Inspiration

6 Kunci Menggapai Kedewasaan Rohani, Apakah Anda Sudah Melakukannya?

Sahabat Peradaban Kasih UC News yang terkasih. Ijinkan daku berbagi refleksi tentang 6 kunci menggapai kedewasaan rohani, apa pun agama dan kepercayaan kita. Apakah Anda sudah mengalami dan melakukannya? Apa saja itu?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

1. Berpegang Firman Tuhan. Apapun agama dan kepercayaan kita, Firman Tuhan sangatlah penting menjadi pegangan hidup kita. Firman-Nya mengasah hidup kita dan membentuk perspektif kita dalam mengarungi kehidupan ini.

Referensi pihak ketiga

2. Menyangkal diri dalam ketaatan. Kedewasaan rohani merupakan proses ketaatan kepada pribadi yang berwenang atas diri kita. Kalau kita mau menggapai kedewasaan rohani kita harus memprioritaskan kehendak Tuhan dan menyangkal diri sendiri dalam ketaatan kepada kehendak-Nya.

Referensi pihak ketiga

3. Melayani Tuhan dan sesama. Tekad ini harus selalu kita hidupi: aku datang untuk melayani bukan untuk dilayani. Pilihan untuk melayani orang lain mendorong kita mendahulukan kebutuhan orang lain, mengalahkan kita sendiri. Saat kita bisa melakukannya, kita menggapai kedewasaan rohani yang luar biasa.

Referensi pihak ketiga

4. Berbagi kasih. Salah satu tanda istimewa ketika kita sudah menggapai kedewasaan rohani adalah kita mampu berbagi kasih kepada sesama. Kita mampu berbagi damai sejahtera kepada siapa saja yang berbeda dari kita.

Referensi pihak ketiga

5. Mencari Tuhan. Kedewasaan rohani ditandai rasa lapar yang terus menerus untuk mencari Tuhan dalam hidup sehari-hari. Keinginan kita adalah untuk mengenal Tuhan lebih dalam dan mengalami pekerjaan-Nya secara lebih penuh dalam hidup kita dan sesama.

6. Berelasi baik dengan sesama. Kedewasaan hidup rohani memang bersifat pribadi, namun tidak dimaksudkan untuk menjadi milik pribadi. Secara alami kita selalu terhubung dengan sesama. Hal yang sama berlaku secara spiritual. Relasi horizontal harus berkembang sama seperti relasi vertikal kita dengan Tuhan. Kedewasaan rohani terjadi ketika kematangan relasional terbukti dalam kehidupan kita sehari-hari.

Referensi pihak ketiga

Itulah refleksi saya. Bagaimana menurut Anda? Semoga refleksi ini bermanfaat. Kedewasaan rohani itulah yang akan membuka jalan bagi terwujudnya peradaban kasih dalam kehidup kita. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Kampus Ungu Unika Semarang, 2/4/2018.

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi oleh Philip Nation dalam LifeWay.com/factsandtrends. Transformational Discipleship Assessment.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3838266481533610?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.