Inspiration

Bukan Telur, Melainkan Anak Domba Dan Lilin, Itulah Simbol Paskah

Sahabat Peradaban Kasih UC News yang terkasih. Sejauh saya belajar teologi dan Kitab Suci, yang menjadi simbol Paskah adalah Anak Domba dan Lilin, bukan telur. Entah sejak kapan, telur menjadi hiasan Paskah. Begini refleksi saya, semoga menginspirasi Anda.

Referensi pihak ketiga

Lima puluh tahun lalu saya dibaptis saat masih bayi, seminggu sesudah kelahiranku. Di masa kanak-kanak, perayaan Paskah selalu meriah oleh upacara cahaya dengan menggunakan lilin. Bahkan, sesudah Misa Malam Paskah, kami anak-anak selalu asyik ngumpulin sisa-sisa lilin umat yang ditinggal di gereja. Maka, kami lebih akrab dengan lilin daripada telur di Hari Paskah.

Referensi pihak ketiga

Ketika masih kanak-kanak, saya lebih akrab dengan gambar Anak Domba yang dirangkai dengan tongkat salib dari pada telur. Baru di kemudian hari, sesudah belajar teologi dan Kitab Suci, saya mengerti, apa arti simbol itu. Simbol Anak Domba adalah simbol utama Paskah. Dalam studi tentang “gelar-gelar” Yesus, salah satunya disebutkan, Yesus Kristus adalah Sang Anak Domba. Laksana Anak Domba, Ia disembelih sebagai kurban keselamatan.

Referensi pihak ketiga

Maka, baik lilin maupun Anak Domba memiliki makna yang sama, yakni kurban dan pengorbanan. Nah, kalau sekarang ini, telur Paskah lebih populer dibandingkan lilin dan Anak Domba, itu karena memang simbol telur bisa langsung dinikmati. Habis menghias telur Paskah, isi telurnya langsung bisa dimakan atau dijadikan lauk hehehe.

Referensi pihak ketiga

Mungkin, telur adalah bagian dari inkulturasi. Namun simbol yang paling asli adalah Anak Domba dan lilin. Ada nilai kurban dan pengorbanan yang menyelamatkan yang hendak diwartakan dari kedua simbol tersebut. Jadi, bukan telur, melainkan Anak Domba dan Lilin Paskah, itulah simbol utama Paskah!

Demikian, semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih. Terima kasih telah membaca artikel ini. Kalau bermanfaat silahkan beri tanda “suka” dan “bagikan” kepada teman Anda. Tuhan memberkati!***

Johar Wurlirang, Hari Raya Paskah 2018

Sumber: refleksi pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1111162177440426?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.