Inspiration

Hanya Rasa Syukur Yang Membuncah Karena Berkah, Semoga Menjadi Berkat Bagi Masyarakat

Sahabat Peradaban Kasih UC We-Media yang terkasih, ijinkan daku berbagi refleksi (dan) pengalaman ini. Bagiku pengalaman ini sangat indah, semoga juga bagi Anda yang akan membacanya. Satu kesimpulan dari pengalaman itu menjadi judul artikel ini: “Hanya Rasa Syukur Yang Membuncah Karena Berkah Semoga Menjadi Berkat Bagi Masyarakat”. Seperti apakah?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Om Hong Djien naik kuda Tarian Soreng Prosesi Pembukaan Pameran Lukisan (21/3/2018)

Sejak hari Rabu (21/3/2018) hingga hari Minggu (25/3/2018), Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang bekerjasama dan bersinergi dengan berbagai pihak, menyelenggarakan Pameran Lukisan: Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita. Sinergi terjadi dengan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Rekan-Rekan Seniman dari Sanggar Seni Gedongsongo Ungara dan Omah Seni Mbah Semar Ambarawa. Sinergi ditopang dan disemarakkan oleh TK Theresia Ungaran, SD Kanisius Kormasari Semarang, SMP dan SMA (Vitalent) dari YPAK Semarang, Campus Ministry, OMK Kevikepan Semarang, Teater TAHU, Seni Tradisional Soreng dan Nadrak, Hadroh PMII Abdurrahman Wahid UIN Walisongo, Musik Etnik Kalimantan, dan Para Penari Sufi Pondok Pesantren Al-Islah Tembalang.

Kusebut secara khusus dukungan dan partisipasi rekan-rekan Komunitas Arsisktetur Indonesia. Mereka bertiga puluh membantu membuat demo instalasi perdamaian dengan membuat skesta yang ditata menjadi sebentuk bangunan kota di Palestina. Sedikitnya, dua lima orang sekters menyemarakkan demo yang dipersiapkan oleh komunitas ini dan menjadi perhatian para pengunjung.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Salah satu lukisan Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita dan topeng-topeng kerukunan

Semua karya dan partisipasi itu membuat proses pameran lukisan dan pentas seni budaya berjalan dengan baik dan lancar. Terima kasih kepada pihak-pihak yang turut berpartisipasi membantu secara in materia maupun in pecunia sehingga rangkaian acara yang bermodalkan nol rupiah namun berpijak pada iman, harapan dan kasih serta tekad mewartakan perdamaian dan kerukunan ini bisa berjalan dengan baik; meski masih banyak kekurangan dan keterbatasan.

Minimal, sebagaimana diungkapkan dan disadari oleh banyak pihak yang terlibat, ini merupakan langkah awal yang sangat baik untuk gerakan seni budaya dalam rangka perdamaian dan kerukunan di masa mendatang. Dalam semua partisipasi yang saling menopang itulah, secara pribadi, saya sebagai penanggung jawab merasa damai dan menghayati kehadiran banyak pihak yang hidup rukun dan saling membantu. Melihat dan mengalami semangat semua yang terlibat dari anak-anak, remaja, orang muda, mahasiswa dan para seniman yang terlibat, saya sungguh sangat terharu, bersyukur dan berdoa, agar semua partisipasi mereka tidak sia-sia.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr Om Hong DJien, Pdt Sediyoko, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, saya dan Bhikkhu Dhammamito

Sejak hari pertama pembukaan, lalu hari kedua, ketiga, keempat dan kelima penutupan; partisipasi seni dan budaya serta kreativitas sangat mengharukan. Setiap hari, rerata sedikitnya antara 50 hingga 100 orang hadir berkunjung menyaksikan pameran. Suasana seni budaya dalam berbagai kreativitas diciptakan oleh berbagai kalangan yang turut menyemarakkan pameran lukisan.

Hanya rasa syukur yang membuncah karena berkah. Mata memandang lebih dari 100 lukisan dan menyaksikan berbagai penampilan seni dan budaya. Telinga dimanjakan dengan alunan musik etnik dan hadroh maupun musik pop. Semoga semuanya menjadi berkat bagi umat dan masyarakat, terutama dalam memenuhi kerinduan merajut perdamaian dan kerukunan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr Didamping Soetikno MA, Pdt. Sediyoko, Mgr. Robertus, Kapolda Jateng dan saya menyaksian suasana pastoran tempat pameran lukisan dilaksanakan

Satu hal yang unik adalah, bahwa sejak hari pertama hingga hari terakhir, kami dianugerahi cuaca yang baik. Tidak turun hujan, padahal biasanya bahkan menurut ramalan cuaca mestinya hujan tercurah. Hujan hanya turun di hari Sabtu sebentar saat kami memulai instalasi skesta perdamaian untuk mendinginkan hari yang panas. Baru sesudah acara ditutup dan mengiringi pembagian hadiah kepada anak-anak yang mengikuti lomba mewarnai dan melukis yang diikuti anak Paud, TK dan SD, hujan turun dengan lebat, namun hanya satu jam saja, kemudian semuanya kembali cerah dan segar. Semua itu kuterima sebagai berkah yang tercurah, yang membuat rasa syukurku membuncah.

Rasa syukurku membuncah, menyaksikan orang-orang muda asyik berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang membangun perdamaian dan kerukunan di hari terakhir. Setyawan Budi dan saya menginspirasi para hadirin tentang pengalaman dan harapan membangun perdamaian dan kerukunan di tingkat akar rumput, juga bersama kaum muda, khususnya di Semarang serta Keuskupan Agung Semarang pada umumnya serta di Nusantara ini.

Orisinil – Salah satu episode Tarian Nadrak dari Gertas, Jambu, Semarang dalam Pameran Lukisan Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita di hari kedua (Kamis, 22/3/2018)

Akhirnya, saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang membantu dan mendukung kami dalam mewartakan perdamaian dan kerukunan, yang pasti tidak bisa kusebut satu per satu. Secara khusus, terima kasih kepada Rektor Unika Soegijapranata, Prof Dr Frederik Ridwan Sanjaya, Ketua DPRD Jateng, Rukma Setiabudi, Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Condro Kirono MM, MHum, Buya Syafii Maarif dan Bapak Uskup Agung Semarang Mgr. Dr. Robertus Rubiyatmoko yang berkenan menjadi pelindung kepanitiaan pameran lukisan: Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita. Semua pelindung hadir saat pameran diselenggarakan. Buya Syafii Maarif memang tidak bisa hadir, namun melalui whatsapp, beliau memastikan kesediaannya, ketika saya memohon kepada beliau untuk menjadi pelindung kegiatan ini. Bagiku, semua ini menjadi alasan untuk mengalami rasa syukur yang membuncah.

Demikian, sharing atau mau dianggap curhat ya nggak apa-apa – karena ini merupakan curhat yang positif – yang bisa saya bagikan sebagai refleksi atas pengalaman penyelenggaraan pameran lukisan bertema Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita. Semoga bermanfaat bagi umat dan masyarakat. Tuhan selalu melimpahkan berkat!

Salam peradaban kasih.

Johar Wurlirang, 25/3/2018

Sumber: refleksi pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/23309528076032?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.