Inspiration

Mari Saling Mengasihi Dan Memberikan Diri Seutuhnya

Sahabat Peradaban Kasih UC We-Media yang terkasih, setiap orang dipanggil untuk memberikan pelayanan yang total dan utuh kepada sesama. Apa pun agamanya, apa pun profesinya, di mana pun bekerja, mari kita saling memberikan diri seutuhnya bagi sesama. Bagaimana caranya?

Referensi pihak ketiga

Pemberian diri seutuhnya bagi sesama tidak dibangun berdasarkan khayalan atau impian. Pemberian diri seutuhnya bagi sesama juga bukan suatu imajinasi. Pemberian diri seutuhnya bagi sesama adalah tindakan nyata melalui perbuatan yang mengasihi dan melayani sesama.

Maka, kita memberikan diri seutuhnya bagi sesama ketika kita mampu untuk saling mengasihi dan saling melayani satu terhadap yang lain. Justru karena unsur “saling”, yang saling mengasihi dan saling melayani itulah, maka pemberian diri seutuhnya bagi sesama akan menumbuhkan suatu komunitas yang indah dalam keberagaman.

Referensi pihak ketiga

Masing-masing pribadi memiliki kontribusi untuk memberikan dirinya seutuhnya bagi kepentingan bersama. Tiap-tiap orang di dalam komunitas mempunyai partisipasi untuk memperkembangkan kehidupan bersama.

Kehidupan bersama yang ditopang oleh semangat untuk saling memberikan diri seutuhnya akan berkembang menjadi komunitas yang bersahabat dan berbuah. Karenanya, siapa saja yang menjadi anggota dan bagian dari komunitas harus mengambil peran aktif dalam kehidupan bersama.

Referensi pihak ketiga

Agar kita bisa memberikan diri seutuhnya demi kepentingan hidup bersama, kita harus memiliki rasa percaya kepada diri sendiri dan percaya kepada orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kita menyadari, betapa tidak mudah untuk bersikap percaya diri dan mempercayai orang lain.

Kita sering sulit percaya pada diri sendiri dan apalagi kepada orang lain, karena kita mudah dikuasai oleh rasa curiga, takut, dan cemas dalam perjumpaan dengan orang lain. Itulah yang menurutku menjadi hambatan terbesar untuk bisa memberikan diri seutuhnya kepada sesama.

Referensi pihak ketiga

Jangan lupa, hambatan-hambatan yang tampaknya terkait dengan diri kita sendiri dan dengan orang lain untuk saling percaya, saling mengasihi dan saling melayani bisa pula mempengarungi relasi kita dengan Tuhan. Karena sulit untuk percaya diri, dan apalagi percaya kepada orang lain, maka, kita pun bisa menjadi sulit pula untuk percaya bahwa Tuhan menyelenggarakan hidup kita. Karenanya, jangan harap bahwa kita bisa memberikan diri seutuhnya kepada Tuhan, bila kita sendiri tidak mampu memberikan diri seutuhnya kepada sesama.

Itulah yang bisa saya refleksikan saat merenungkan hal-hal yang terkait dengan pemberian diri seutuhnya bagi sesama. Yang bersifat horizontal, hubungan kita dengan sesama, ternyata bermuara pula pada yang bersifat vertikal, hubungan kita dengan Tuhan.

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurut Anda? Silahkan memberikan komentar dan refleksi tentang pemberian diri seutuhnya bagi sesama, sesuai dengan pengalaman Anda. Pasti itu akan sangat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati.***

Johar Wurlirang, 29/3/2018

Sumber: refleksi pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4393447226473425?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.