Inspiration

Si Buta Itu Harus Memegang Lilin Demi Keselamatan Siapa Saja, Meski Ia Tidak Melihatnya

Sahabat Peradaban Kasih UC News yang terkasih. Saya mendapatkan inspirasi tentang makna lilin dari sebuah kisah yang dikutip oleh guru dan sahabatku, Harjanto Halim, di akun facebooknya. Seperti apakah kisahnya?

Referensi pihak ketiga

“Pada suatu hari, seorang buta berkunjung ke rumah sobatnya hingga larut malam. Saat ia berpamitan pulang, sobatnya memberinya sebuah lilin. Si Buta tertawa, lalu berkata: Percuma aku membawa lilin ini, aku kan tidak bisa melihat. Lagipula aku hapal jalan pulang ke rumah. Temannya tersenyum dan berkata: Engkau memang tidak bisa melihat, engkau memang hapal jalan pulnag ke rumah, tapi engkau harus tetap membawa lilin ini. Tanya si Buta heran: Mengapa? Jawab sobatnya: Agar orang lain bisa melihat, di mana engkau berada.” (Sumber: status facebook Harjanto Halim, 30 Maret 2018)

Bagiku, kisah itu sangat inspiratif untuk memahami Cahaya Lilin Paskah dalam kehidupanku. Itulah pula makna Cahaya Lilin Paskah bagiku. Aku memerlukannya, meski seringkali aku buta dan tak mampu melihat karya kasih Tuhan apalagi memahaminya. Aku memerlukannya, agar orang lain melihat aku; sebab bisa saja terjadi di tengah kegelapan malam kehidupan, seseorang menabrakku karena tidak melihat keberadaanku. Aku dan si penabrak bisa celaka.

Referensi pihak ketiga

Cahaya lilin itu telah menyelamatkan aku dan siapa saja yang ada di sekitarku. Begitulah, kisah orang buta dan lilin itu menginspirasiku untuk tetap percaya bahwa Yesus adalah Cahaya Dunia, agar semua orang terselamatkan saat mengalami kegelapan hidup karena dosa.

Kematian dan kuasa maut itu identik dengan kegelapan. Kebangkitan Yesus dari kematian itu laksana cahaya yang mengalahkan kegelapan itu. Itulah sebabnya, dipergunakan Lilin Paskah sebagai simbol dalam Upacara Cahaya pada Malam Paskah dengan seruan: Kristus cahaya dunia. Seruan itu dikuamdangkan oleh seorang imam, dan umat serentak menjawab: Syukur kepada Allah.

Referensi pihak ketiga

Lilin itu luluh terbakar habis demi memancarkan cahayanya untuk menyinari kegelapan. Demikianlah Yesus Kristus melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya, terbakar habis untuk mengalahkan kegelapan maut. Lilin Paskah dengan ukuran tertentu pun melambangkan Sang Cahaya itu. Ia melambangkan Yesus yang mempertaruhkan jiwa ragaNya demi keselamatan siapa saja.

Demikian semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati.***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4099172381061933?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.