Inspiration

Inspirasi Untuk Membangun Persaudaraan Mistik, Seperti Apakah?

Sahabat Peradaban Kasih UC News yang terkasih. Kalau kita omong tentang persaudaraan mistik, itu tidak ada hubungannya dengan klenik, kemenyan, bunga kanthil atau melati. Bukan, bukan itu. Lalu apa yang dimaksud dengan persaudaraan mistik, dan bagaimana kita membangunnya?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Foto-foto yang kulampirkan yang merupakan bukti nyata dari inspirasi membangun persaudaraan mistik itu semoga lebih banyak berbicara lebih dari yang kutuliskan ini. Itulah bukti bahwa persaudaraan mistik sangat mungkin kita bangun bersama.

Persaudaraan mistik adalah suatu persaudaraan yang dibangun atas dasar persahabatan yang saling menyembuhkan satu terhadap yang lain dalam iman (apa pun agama dan kepercayaannya), harapan, dan cinta. Dalam persaudaraan mistik itu, kita mengalami penyembuhan sejati berkat cara berelasi yang menguatkan, bukan melemahkan; membangun, bukan menghancurkan; saling meneguhkan, bukan saling menyakiti.

Referensi pihak ketiga – Kiriman Haji Taslim padaku berisi tiga pribadi: Bante Sri Pannavaro Mahatera; KH Ahmad Darodji, dan Mgr. Robertus Rubiyatmoko – teladan persaudaraan mistik para pemimpin

Dalam persaudaraan mistik seperti itu, kita hadir satu terhadap yang lain dalam sikap hormat dalam keberagaman yang berbeda. Berbeda namun saling menginspirasi dalam kebersamaan.

Lebih dari segalanya, persaudaraan mistik itu dilandasi oleh kasih persahabatan yang membuat kita mampu melihat, menemukan, dan mengalami kesucian sesama kita. Bahkan, dalam keberbedaan dan keberagaman itu, kita bisa saling menemukan kasih Allah yang hadir dalam setiap pribadi yang terlibat di dalamnya.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Salah satu contoh persaudaraan mistik antara daku dengan Habib Muhammad Lutf bin Yahyai

Persis itulah sisi-sisi lain dari peradaban kasih bagi masyarakat kita yang sejahtera, bermartabat dan beriman – apa pun agama dan kepercayaannya. Kuncinya adalah keterbukaan untuk membuka hati kepada kasih Allah sesuai dengan agama masing-masing dan mewujudkan kebahagiaan sesama yang menjadi kebahagiaan kita pula.

Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati.***

Kampus Ungu Unika Seogijapranata, 3/4/2018

Sumber: refleksi pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1814165431659566?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.