Inspiration

Keren! Satu Kata Mempunyai Banyak Makna, Itulah Kasih

Sahabat Peradaban Kasih UC News yang terkasih. Setiap orang pastinya mengenal satu kata ini “kasih”. Satu kata kasih mempunyai banyak makna, tergantung konteksnya. Seperti apakah?

Referensi pihak ketiga

Kita mengenal ungkapan-ungkapan ini. Kasih Tuhan kepada kita. Kasih kita kepada Tuhan. Kasih kepada sesama dan semesta. Kasih pada tanah air. Kasih di antara sahabat. Kasih dalam keluarga. Kasih antara orangtua dan anak dan sebaliknya. Kasih antara suami-isteri dan sebaliknya. Kasih antara kakak-adik adik-kakak. Kasih antara pria dan wanita.

Dalam satu kata ada perbedaan, ada kesamaan. Kasih bisa bernuansa eros. Bisa pula berupa philia. Bahkan menjadi agape. Ketiga makna kata yang mengacu pada kasih itu saling menopang dan mengilahikan. Yang manusiawi (eros) bisa meningkat menjadi kasih persahabatan (philia), bahkan kasih Ilahi (agape) dengan segala pengorbanannya.

Referensi pihak ketiga

Nah, eros memerlukan pemurnian menuju kebahagiaan dalam persahabatan (philia) yang memuncak pada kasih pengorbanan bagi yang dikasihi sebagaimana Tuhan mengasihi kita (agape), yang melampaui segala bentuk egoisme. Dengan demikian berlakulah ungkapan omnia vincit amor et nos cedamus amori (kasih mengalahkan segalanya dan marilah kita juga saling mengasihi).

Di manakah kita berada? Tentu, kita semua merindukan terjadinya kasih agape. Makna kasih ini melampaui segala makna kasih lainnya, seraya memurnikan eros dan philia. Kasih agape tak melulu bertumpu pada amor concupiscentiae (kasih yang mengingini) melainkan terutama pada amor benevolentiae (kasih yang memberi). Semoga kasih Tuhan sendiri memurnikan segala bentuk kasih, satu kata beragam makna dalam diri kita. Dengan demikian, hidup kita pun menjadi tanda dan sarana kasih Tuhan bagi sesama dan semesta.

Referensi pihak ketiga

Demikian, semoga artikel ini menginspirasi kita dalam memaknai dan menghayati kasih sejati dalam kehipan kita demi terwujudnya peradaban kasih di antara kita. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

JohArt Wurlirang, 5/4/2018

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Ensiklik Paus Benediktus XVI, Deus Caritas Est, (25/12/2005).

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/194849046344767?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.