Inspiration

Kerjakanlah Segala Sesuatu Dengan Baik, Mengapa?

Sahabat Peradaban Kasih UC News yang terkasih. Ada nasihat dalam bahasa Latin yang menurutku sangat bagus untuk direnungkan dalam mengawali hari kita. Agis quod agitis. Atau sering juga dikatakan age quod agis. Artinya, kerjakanlah segala sesuatu dengan baik. Mengapa?

Referensi pihak ketiga

Jika engkau mengerjakan segala sesuatu, kerjakanlah itu dengan baik. Setiap orang pasti merindukan yang terbaik dalam kehidupannya. Ibaratnya, kalau kita tidak sedang menanjak naik, berarti kita sedang merosot ke bawah. Tentu kita tak menginginkan itu terjadi dalam diri kita.

Namun tunggu dulu, yang kumaksudkan dengan menanjak naik bukanlah soal finansial atau material; melainkan terutama hal-hal yang bersifat spiritual. Bergerak menanjak itu berat. Membutuhkan energi, ibarat membanting tulang mandi keringat dan bercucuran air mata. Namun itulah yang kita butuhkan dalam rangka mengerjakan segala sesuatu dengan baik. Segala sesuatu yang baik menuntut pengorbanan dari kita. Bahwa berbuah kesejaheraan finansial dan material itu hanyalah akibat atau berkat, bukan tujuan.

Referensi pihak ketiga

Sebaliknya, hati-hati dengan gerak merosot ke bawah, bahkan mungkin berujung terperosok ke dalam jurang yang curam. Dalam bahasa Jawa disebut “ngglondor“, bergerak turun ke arah belakang dengan bahaya yang menyertainya. Saat kita menuruni jalan, tak perlu kita mengayuh sepeda kita. Justru kita harus menggunakan rem untuk mengendalikannya. Nah, gerak turun yang seperti itu tampak nyaman-nyaman saja. Namun awas, secara rohani, gerak turun yang nyaman-nyaman saja itu bisa membahayakan hidup kita.

Referensi pihak ketiga

Agis quod agitis. Kerjakanlah segala sesuatu dengan baik. Ada perjuangan, pengorbanan, rasa sakit, bahkan hancur lebur. Namun, dari sana akan lahir sari-sari bergizi yang bermanfaat bagi kehidupan. Ibarat padi ditumbuk menjadi beras. Ibarat beras ditanak dengan air mendidih dan di atas api lalu menjadi nasi. Itulah bagian dari upaya melakukan yang terbaik, yang disertai dengan pengorbanan, rasa sakit, bahkan kematian atas segala hal yang berpusat pada diri sendiri.

Demikian, semoga bermanfaat. Mari kita kerjakan segala sesuatunya dengan baik agar hidup kita menjadi berkat bagi sesama dan semesta. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati.***

JohArt Wurlirang, 4/4/2018

Sumber: refleksi pribadi di pagi hari.

Sumber
http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2567270937912034?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.