Inspiration

Kisah Inspiratif Malam: Teruslah Bernyanyi Lagu Itu Akan Mengiringi Kematianku

Sahabat Peradaban Kasih UC News yang terkasih. Dalam permenungan malam di hari Rabu (4/4/2018), ijinkan saya berbagi peristiwa imanku yang terjadi pada musim panas 2002. Kalau itu, saya mendapat kesempatan beraudiensi dengan Santo Yohanes Paulus II (18 Mei 1920 – 2 April 2005) di Puri Musim Panas Gandolvo, Italia.

Referensi pihak ketiga – Santo Yohanes Paulus II saat berkunjung ke Indonesia pada tahun 1989

Kalau itu, saya mengikuti kursus formator Seminari di Centrum Pro Educatoribus Seminariorum, Athenaeum Pontificium Regina Apostolorum di Milan, Italia. Di sela-sela itu, kami diajak untuk mengikuti audiensi umum di Gandolfo berjumpa dengan Paus Yohanes Paulus II. Beliau sedang dalam keadaan sakit parah.

Di antara rombongan kami, hadirlah rombongan orang muda Katolik asal Polandia. Mereka menyanyikan lagu Halleluya Handel namun tidak sampai selesai. Hanya dinyanyikan bagian awal saja.

Referensi pihak ketiga – Paus Yohanes Paulus II bersama Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Ibu Hj Shinta Nuriyah Wahid

Yang mengejutkan adalah, tiba-tiba, Paus Yohanes Paulus II yang berasal dari Polandia itu berkata, “Teruslah bernyanyi. Selesaikanlah lagu itu. Lagu itu akan mengiringi saat-saat kematianku.” Seketika, rombongan orang muda Katolik asal Polandia itu menyanyikan lagu Halleluya Handel hingga tuntas. Semua bertepuk tangan. Dengan suara parau, Paus Yohanes Paulus II mengucapkan terima kasih.

Referensi pihak ketiga – Saat Yohanes Paulus II wafat, 2 April 2005

Saya sangat terharu dan terkesan atas momen itu. Saya semakin terkesan dan kagum, sebab ternyata, Paus Yohanes Paulus II wafat tepat pada Hari Minggu Paskah II, pada Pesta Kerahiman Tuhan. Pada Minggu Paskah II, lagu Halleluya Handel masih dikumandangkan dalam rangka perayaan Paskah.

Saat menuliskan kenangan itu melalui artikel ini, hatiku sangat terharu dan merinding! Kebenaran telah terjadi sebagaimana dikatakan oleh Paus Yohanes Paulus II. Ia sungguh-sungguh menyambut kematiannya dalam iringan lagu pujian Halleluya yang sedang dikumandangkan di seluruh dunia. Alangkah indahnya kematian orang-orang yang suci hatinya. Tak berlebihan bahwa beliau pun dinyatakan sebagai Santo dalam waktu yang singkat sesudah kematiannya.

Referensi pihak ketiga – Santo Yohanes Paulus II saat masih sehat

Demikian kisah inspiratif malam ini. Mari kita memasuki saat-saat istirahat kita dengan segala rasa sesal dan kerendahan hati, memohon pengampunan atas dosa kita. Agar pada saatnya, kita pun siap menyambut kematian kita! Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

JohArt Wurlirang, 4/4/2018.

Sumber: refleksi pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/892336048844007?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.