Inspiration

Dahsyat! Lima Pola Sederhana Menggapai Kerendahan Hati Menurut Santa Teresa Kalkuta

Sahabat Peradaban Kasih UC News yang terkasih. Saya sangat terkesan dengan pola sederhana untuk menggapai kerendahan hati sebagaimana ditawarkan Santa Teresa Kalkuta atau akrab dikenal Bunda Teresa (1910-1997). Pola itu sering disebut empat belas cara/langkah mencapai kerendahan hati. Saya mencoba mengelompokkannya menjadi lima pola menggapai kerendahan hati dengan menjadikan cara-cara yang mirip dan serupa menjadi satu nomor. Apa sajakah?

Referensi pihak ketiga

Pertama, Bunda Teresa menasihatkan agar kita berbicara sesedikit mungkin tentang diri sendiri dan mengurus sendiri persoalan-persoalan pribadi kita. Kita juga harus menghindari rasa ingin tahu; maka janganlah mencampuri urusan orang lain. Dahsyat!

Referensi pihak ketiga – Wajah Santa Teresa Kalkuta sebelum dan sesudah menjadi biarawati dan berkarya di Kalkuta India

Kedua, kita diminta untuk menerima pertentangan dalam kegembiraan. Bahkan, mengalahlah terhadap kehendak orang lain. Bersikaplah mengalah dalam perbedaan pendapat walaupun Anda yang benar. Dahsyat!

Ketiga, terimalah hinaan dan caci maki; terimalah perasaan tak diperhatikan, dilupakan dan dipandang rendah; jangan memusatkan perhatian pada kesalahan orang lain. Dahsyat!

Referensi pihak ketiga – Empat belas cara menggapai kerendahan hati menurut Santa Teresa

Keempat, yang ini agak sulit, namun harus dicoba, yakni, terimalah celaan walaupun Anda tidak layak menerimanya; bersikaplah sopan dan peka, sekalipun seorang memancing amarah Anda. Ini sungguh dahsyat!

Kelima, ini yang paling berat, yakni pilihlah selalu yang tersulit. Saat kita cenderung mencari gampang, jalan kerendahan hati dengan berani memilih yang tersulit, tentu merupakan nasihat yang dahsyat!

Referensi pihak ketiga – 14 cara kerendahan hati Bunda Teresa Kalkuta

Itulah lima pola untuk menggapai kerendahan hati seturut nasihat dan pengalaman Bunda Teresa. Semoga kita dimampukan untuk melakukannya, hingga kerendahan hati dianugerahkan kepada kita dan terwujudlah peradaban kasih di antara kita. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

JohArt Wurlirang, 9/4/2018

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan buku saku KKIT, Let’s Do Something Beatiful for God (tanpa tahun)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1617451917123489?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.