Inspiration

Inspiratif Mengharukan! Biasanya Mendoakan, Kali Ini Gantian Didoakan

Sahabat Peradaban Kasih UC News yang terkasih. Artikel ini berisi tentang keharuan yang saya alami. Biasanya saya mendoakan, namun kali ini gantian saya yang didoakan. Sebagai seorang Romo Pastor, selalu dan biasanya saya mendoakan orang yang sedang menanggung beban kehidupan. Beban kehidupan bisa bermacam-macam, sakit fisik, beban mental dan bahkan spiritual. Mereka saya doakan agar diberi kesembuhan, penghiburan dan kelegaan.

Referensi pihak ketiga

Dalam tradisi rohani, saling mendoakan merupakan sebentuk perhatian. Perhatian dalam bentuk kunjungan terhadap sahabat atau sanak kerabat kita yang sedang sakit dan mendoakannya merupakan keutamaan tersendiri. Sangat inspiratif bahwa kunjungan seperti itu ditutup dengan doa bersama. Dengan demikian, kunjungan manusiawi itu diubah menjadi kunjungan rohani.

Referensi pihak ketiga

Itulah yang kualami saat mengunjungi siapa pun yang sakit. Hal yang sama juga kualami, bukan sebagai yang berkunjung melainkan sebagai yang dikunjungi. Mereka pun datang berkunjung dan mendoakan daku, yang biasanya mendoakan mereka. Hari Jumat (13/4/2018), banyak orang mengunjungi, menghibur dan mendoakanku. 

Dari pagi hingga siang, silih berganti mereka datang. Pertama, Romo Luhur Pr, Sr. Ivon OSF dan Nana. Lalu rombongan PUPIP (Pasedulurulan Umat Peduli Imam Projo) yang terdiri dari Pasutri Robertus, Sustamto, Puji Widodo, Emmiliana, Endang Agus, Herry, Titik, Tika, Adi, Bu Yoga, Haryadi, Bu Susi Sony, Bu Penuh dan Bu kamdi. Sesudah itu datang Bu Budi dan Rensi, putrinya dan disusul rombongan umat dari Mikael Bu Santo dkk (maaf saya tidak hapal satu per satu). Sesudah itu rombongan Rektorat Unika yakni Prof Dr Frederik Ridwan Sanjaya, Dr Christina (WR III), Ignatius Dadut S dan Radno. Datang juga mengunjungiku Hana dan Pasutri Mulyono Tjandra-Eng. Katanya, selama saya menjalani CTScan ada beberapa tamu yang datang lalu pulang karena saya masih menjalani proses pemeriksaan kandung kemih, saluran kencing dan ginjal. Terima kasih atas doa-doanya.

Referensi pihak ketiga

Meski tak bisa kusebut satu per satu atau bahkan tak bisa berjumpa, saya amat mengapresiasi kehadiran dan kunjungan mereka. Terlebih doa-doa yang tertuju buat diriku. Terima kasih atas semua kebaikan ini. Saya merasa sangat terharu. Saya yang selama ini biasa mendoakan, kini gantian didoakan dalam rangka kesehatan dan kesembuhan. Mari kita saling mendoakan juga dalam situasi apa pun. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati.***

Elizabeth Semarang, 13/4/2018

Sumber: refleksi opini pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2979952249034553?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.