Inspiration

Ajaib! Pasti Selalu Ada Campur Tangan Kuasa Kasih Tuhan Dalam Peristiwa Hidup Ini

Sahabat Peradaban Kasih UC News terkasih. Ajaib! Menurutku, pasti ada campur tangan kuasa kasih Tuhan dalam peristiwa ini! Inilah refleksiku atas peristiwa yang kualami sepekan silam (12/4/2018). Semoga menginspirasi dan memotivasi Anda dalam melihat setiap peristiwa kehidupan Anda pula sebagai campur tangan kuasa kasih Tuhan!

Referensi pihak ketiga – Sumber: dennyhermawanlompo.blogspot.co.id

Begini. Sepekan yang lalu – sebagaimana selama beberapa hari sejak Kamis (12/4/2018) kutulis dalam berbagai sudut pandang refleksi di platform ini dengan berbagai tema – perut saya kejang, kram dan nyeri sakit sekali. Rasanya tak terkatakan dan tak tertahankan. Maka disebut kolik. Sakitnya tuh di sini… hehehe (di seluruh tubuh yang terdampak olehnya), terutama perut, punggung, sendi-sendi kaki hingga ubun-ubun. Karena kolik itu kualami dua kali dalam empat hari (Senin dini hari, 9/4/2018 dan Kamis pagi hari, 12/4/2018), maka saya memeriksakan diri di sebuah rumah sakit di Semarang.

Ternyata! Terungkaplah, melalui pemeriksaan USG di Kamis pagi, bahwa terdapat batu sebesar 3 mm di UVJ kanan dan 2.5 mm di UVJ kiri. Lalu dokter mengatakan, kemungkinan terjadi pula penyumbatan ureter. Kamis siang, seorang dokter internist memeriksa berdasarkan urin. Hasil cek laborat urin menyatakan, ada kristal-kristal yang bercampur sel darah merah di dalamnya. Itulah beberapa penyebab terjadinya kolik. Saya pun diserahkan kepada seorang dokter urolog.

Referensi pihak ketiga – Sumber: WarungSaTeKaMu.org

Anehnya, justru pada saat berada dalam perawatan dan penanganan dua dokter tersebut, pada hari Kamis malam sepekan silam, pada pukul 19.00 perutku kolik lagi. Kali ini lebih hebat, disertai dengan ngilu, mules kruwes-kruwes, namun tak pernah bisa buang air kecil maupun besar dengan lancar. Bahkan, kolik itu terjadi hingga lebih dari tiga jam. Ketika saya sudah tidak bisa apa-apa lagi selain merasakan sakit yang dahsyat, saya meminta bantuan para Suster perawat. Beberapa perawat datang dan salah seorang dari mereka menyuntikkan sesuatu di tubuhku melalui infus. Hanya dalam hitungan detik sesudah itu, saya sudah tidak ingat apa-apa lagi. Rupanya saya tertidur pulas sesudah sekali suntikan. Satu jam sesudahnya, seorang perawat membangunkan saya yang masih tertidur dalam posisi seperti saat saya disuntik. Ia harus mengganti botol infus untukku. Kepadanya saya meminta maaf, oleh sebab rasa sakit yang hebat yang membuatku mengerang kesakitan sebelum disuntik itu. Sesudah disuntik, saya memang tidak mengalami rasa sakit apa pun hingga saat artikel ini kutulis. Ajaib bukan?!

Selanjutnya, pada hari Jumat siang (hari keduaku di rumah sakit), saya menjalani CTScan. Hari Sabtu siang, sambil menunggu hasil CTScan, dokter urolog mengatakan padaku. Berdasarkan hasil USG, karena terdeteksi ada batu-batu itu, maka saya diminta mempertimbangkan untuk tindakan medik selanjutnya. Itu berarti, harus dilakukan penembakan terhadap batu-batu itu. Hari Minggu, saya berkonsultasi dengan Bapak Uskup Mgr. Robertus Rubiyatmoko sebagai pimpinanku. Dengan penuh kasih dan bijaksana, beliau menyarankan: tuntaskan proses pengobatannya. Saya pun sudah mempersiapkan diri, lahir dan batin, untuk menjalani tindakan medik selanjutnya.

Referensi pihak ketiga

Ajaibnya, pada hari Senin pagi menjelang siang, dokter urolog yang pada hari Sabtu memintaku mempertimbangkan tindakan medik selanjutnya, ternyata mengatakan kalimat-kalimat berkat bagiku. Terungkap, hasil CTScan menunjukkan bahwa batu-batu yang terdeteksi saat USG itu sudah lenyap dari tempatnya. Ke manakah gerangan batu-batu itu, sehingga saya terbebaskan dari tindakan medik selanjutnya, bahkan boleh pulang hari itu juga? Ada dua jawaban.

Pertama, menurut keyakinan iman dalam agamaku sebagai orang Katolik, aku yakin, itulah keajaiban dari Tuhan yang turut campur tangan dalam proses perawatanku. Kedua, saya sendiri dengan akal sehatku menyimpulkan bahwa batu-batu itu sebetulnya sudah berguguran pada hari Kamis malam ketika aku mengalami kolik hebat sedikitnya selama tiga jam hingga saya menggigil kesakitan itu. Seandainya tidak disuntik oleh perawat, entah berapa lama saya akan menggigil dan mengerang kesakitan seperti itu. Bahkan, saya membayangkan gara-gara itu, bisa-bisa saya mati kaku, sebab kala itu, rasa sakit itu sungguh sudah tak tertahankan lagi secara fisik olehku.

Referensi pihak ketiga

Namun, sungguh ajaib! Berkat campur tangan Tuhan – sekali lagi itu keyakinanku – melalui para dokter, perawat, dan doa-doa siapa saja yang silih berganti mengunjungiku; maka sakit-penyakit dan segala sumbernya dibersihkan dari dalam tubuhku. Ya, dalam iman, harapan dan kasih, setiap doa dan upaya yang kita lakukan untuk pemulihan kesehatan kita, lahir maupun batin, adalah campur tangan dan kuasa kasih Tuhan sendiri! Kuharap, Anda pun melihat hal yang sama!

Demikian, sharing ini kubagikan padamu, semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkatimu.***

JohArt Wurlirang, 20/4/2018.

Sumber: refleksi dan opini pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1390370642470047?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.