Inspiration

Dahsyat Inspiratif! Jangan Melayang Karena Pujian, Jangan Tumbang Karena Cacian

Sahabat Peradaban Kasih UC News terkasih. Saya menemukan kalimat inspiratif yang kujadikan judul artikel ini. “Jangan melayang karena pujian, jangan tumbang karena cacian!” Kutambahkan kata dahsyat inspiratif di depan kutipan itu. Mengapa?

Referensi pihak ketiga

Melalui artikel ini, ingin kuahaturkan terima kasih kepada siapa pun yang membuat tulisan itu. Dalam ilustrasi tersebut tertulis nama A Fiekaarizka (?). Terima kasih. Kalimat itu sangat inspiratif dan dahsyat! Kutipan itu mengesankan buatku. Kutipan itu sangat inspiratif dan itu bisa dialami oleh siapa saja. Betapa mudah kita melayang, melambung tinggi saati kita dipuji. Namun dengan mudah pula kita menjadi roboh saat di cemooh! Secara psikologis, itu wajar dan manusiawi.

Referensi pihak ketiga

Karena itu, kalimat itu menjadi sangat penting dan dahsyat inspiratif membongkar paradigma kehidupan kita. Apalah artinya pujian, apalah artinya cacian. Pujian dan cacian bagiku hanyalah warna-warni kehidupan, yang tidak mengubah jatidiri kita sebagai pribadi yang dikasihi Tuhan, bahkan kita diciptakan secitra dengan-Nya. Maka, pujian dan cacian dari sesama manusia, tak usah membuat kita jumawa atau menjadikan kita nestapa. Entah pujian, entah cacian, biarlah semua mengalir menggoreskan tanda yang menyempurnakan kehidupan kita sebagai citra-Nya. Justru semua itu, menginspirasiku untuk tetap bersikap rendah hati dan mengatakan, “Aku ini hanyalah seorang hamba yang tak berguna, yang harus melakukan kehendak Tuhanku!”.

Referensi pihak ketiga

Entah dipuji, entah dicaci; yang terpenting adalah marilah tetap setia berbuat baik sekecil apa pun kepada siapa pun dan di mana pun. Setiap perbuatan baik yang kita lakukan, dan setiap ucapan baik yang kita tuturkan, justru akan kian menyempurnakan jatidiri kita sebagai makhluk secitra dengan-Nya. Itulah bekal utama kita untuk terus-menersus berkomitmen membangun dan mewujudkan peradaban kasih di antara kita. Hai girls and guys? Setuju?

Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JohArt Wurlirang, 23/4/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi oleh kutipan yang menjadi ilustrasi pertama artikel ini.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2286826044272874?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.