Inspiration

Dahsyat! Kesaksian Kasih Bersinar dan Memikat Melalui Rekonsiliasi Dan Persaudaraan Sejati

Sahabat Peradaban Kasih UC News terkasih. Satu hal yang harus disembuhkan di jaman now adalah realitas permusuhan, perpecahan, fitnah, pencemaran nama baik, dendam, iri hati dan keinginan memaksakan kehendak dengan menghalalkan segala cara. Itu semua menjadi penyakit yang dari hari ke hari tampaknya kian kronis, namun kita tidak perlu menjadi pesimis. Mengapa?

Referensi pihak ketiga

Semua agama mengajarkan kasih, perdamaian, kebahagiaan segala makhluk, kebajikan dan kebijaksanaan. Ini kepastian yang tak terbantahkan. Namun, kita tetap mengalami bahwa ada oknum-oknum manusia yang mengatasnamakan agamanya lalu sesukanya menebar kebencian dan menabur kejahatan. Ini pun tak akan pernah menggoyahkan pengalaman dan iman kita bahwa semua agama mengajarkan kasih, perdamaian, kebahagiaan segala makhluk, kebajikan dan kebijaksanaan. Sekurang-kurangnya, itulah yang kuyakini. Itulah yang diajarkan Gereja Katolik kepadaku, dan kuajarkan pula kepada umatku dan kuwartakan kepada siapa saja. Pandangan Gereja Katolik jelas, Gereja Katolik tidak menolak apa pun yang baik, yang benar, dan yang suci, yang terdapat dalam semua agama dan budaya (bdk. Lumen Gentium 16 dan Nostra Aetate 2).

Referensi pihak ketiga

Berdasarkan ajaran inilah, maka saya selalu lebih percaya bahwa kesaksian kasih akan – bahkan sudah dan selalu terus-menerus – bersinar dan memikat melalui rekonsiliasi dan persaudaraan sejati. Itulah hukum kasih. Bahkan, kasih bersinar dan memikat saat kita mampu mengasihi orang-orang yang memusuhi, membenci dan menganiaya kita! Saya bersyukur dan bahagia memiliki hukum kasih ini. Betapa indahnya mengasihi satu terhadap yang lain. Alih-alih kalah terhadap kejahatan, marilah kita kalahkan kejahatan dengan kasih dan kebaikan kita.

Referensi pihak ketiga

Kesaksian kasih itu kian bersinar dan memikat, saat secara pribadi, saya boleh berdoa seperti ini. “Tuhan, saya merasa tidak enak dengan seseorang ini. Saya berdoa kepadaMu bagi dia. Berkatilah dia. Ampunilah dia. Kasihilah dia.” Benar kawan. Mendoakan seseorang yang menjengkelkan kita adalah sebuah langkah maju untuk memberikan kesaksian kasih yang kian bersinar dan memikat di tengah kegelapan hidup yang ditandai oleh dendam, kebencian, fitnah, dan kejahatan. Di sana pula terpancar peradaban kasih yang memikat siapa saja. Cobalah!

Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 24/4/2018.

Sumber: refleksi pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1661845687274024?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.