Inspiration

Inspiratif! 5 Keutamaan Demi Mengenyahkan “Cacat Rohani” Kita, Manakah Yang Cocok Buatmu?

Sahabat Peradaban Kasih UC News terkasih. Salah satu pribadi inspiratif terpenting dalam rangka perdamaian, keadilan dan keutuhan ciptaan dalam tradisi Gereja Katolik adalah Fransiskus Asisi (1181-1226). Dengan semangat persaudaraannya yang begitu kuat, Fransiskus bisa meretas batas-batas sosial-ekonomi, agama dan bangsa-bangsa serta menginspirasi banyak orang di seluruh dunia yang mendambakan persaudaraan, kerukunan, keadilan dan keutuhan ciptaan.

Referensi pihak ketiga

Ternyata,dia memiliki sekurang-kurangnya 5 nasihat inspiratif keutamaan demi mengenyahkan cacat rohani kita, sehingga kita dimampukan menghadirkan perdamaian, kerukunan, persaudaraan, keadilan dan keutuhan ciptaan. Inilah kelima nasihat inspiratif itu, yang juga merupakan keutamaan demi mengenyahkan cacat rohani kita. Manakah kira-kira yang cocok buatmu?

Referensi pihak ketiga

(1) “Jika ada cinta kasih dan kebijaksanaan, di situ tidak ada ketakutan dan kepicikan.”

(2) “Jika ada kesabaran dan kerendahan hati, di situ tidak ada amarah dan kegelisahan.”

(3) “Jika ada kemiskinan bersama sukacita, di situ tidak ada ketamakan dan kekikiran.”

(4) “Jika ada ketenangan dan samadi, di situ tidak ada kecemasan dan kebingungan.”

(5) “Jika ada belaskasihan dan timbang-menimbang, di situ tidak ada yang berlebihan dan ketegaran.

Referensi pihak ketiga

Itulah lima nasihat inspiratif terkait dengan keutamaan demi mengenyahkan cacat rohani dalam diri kita. Apa pun yang sesuai dengan diriku, dirimu, dan diri kita; baiklah menjadi pertimbangan untuk kita resapkan demi kebaikan kita dan damai-sejahtera kehidupan bersama dalam rangka mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman – apa pun agama dan kepercayaan kita.

Semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkatimu.***

JohArt Wurlirang, 22/4/2018.

Sumber: Refleksi pribadi terinspirasi oleh “Karya-Karya Fransiskus Asisi” (Kajetan Esser OFM/Leo Laba Ladjar OFM, Sekafi: 2001, h. 220-221).

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2206209458593679?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.