Inspiration

Inspiratif! Kasih Tuhan Tanpa Syarat Itu Tidak Berarti Bahwa Kita Boleh Semau-Maunya Saja

Sahabat Peradaban Kasih UC News terkasih. Satu tanggapan di jalur pribadi (japri) menanyakan padaku, “Apa artinya kasih Tuhan tanpa syarat itu? Apakah itu berarti kita lantas boleh semau-maunya saja, toh Tuhan mengasihi aku tanpa syarat?” Ups! Pertanyaan yang kritis dan inspiratif! Apa kira-kira jawabannya?

Referensi pihak ketiga

Benar guys! Kasih Tuhan memang tanpa syarat. Namun itu tidak berarti bahwa kita lalu boleh semau-maunya saja! Sikap semau gue lo peduli ape tentu tidak masuk dalam konteks kasih Tuhan tanpa syarat Bro! Cara berpikirnya tidak begitu ya.

Referensi pihak ketiga

Tuhan mengasihi kita tanpa syarat apa pun dari kita. Apa sih yang bisa kita jadikan jaminan dari pihak kita manusia yang hanyalah laksana setetes embun di tengah samodera, dan setitik debu di padang pasir? Tuhan mengasihi kita tanpa syarat. Benar. Namun tidak berarti bahwa Tuhan membiarkan kita bersikap semau gue lo peduli ape! Pasti Tuhan tak akan membiarkan kita terjerumus ke dalam jurang pengkhianatan, kebencian, kekerasan, kejahatan, kesumat-dendam, dan sejenisnya – pokoknya – yang jelek-jelek deh. Nggak lah yaw! Semua yang jelek-jelek itu, yakinlah, pasti tidak berasal dari Tuhan.

Referensi pihak ketiga

Nah, kasih Tuhan yang tanpa syarat berarti kasih yang terus dicurahkan kepada kita, justru walaupun mungkin pada saat tertentu, kita terjerumus ke jurang kejahatan itu – apa pun nama dan sebutannya. Tuhan tidak pernah berhenti mengasihi kita, meskipun mungkin kita itu bersikap laksana anak yang hilang tersesat di rimba kegelapan dosa dan kejahatan. Justru tangan Tuhan selalu terbuka lebar dan siap merangkul kita agar kita tidak terperosok terlalu dalam di sana, bahkan siap memeluk mesra setiap saat ketika kita berbalik kepadaNya. Gitu loh. Makanya, penting banget neh, selalu berpegang pada keyakinan betapa besar kasih Tuhan kepada kita. Keyakinan inilah yang akan membuat kita tertolong untuk selalu kembali kepada kasihNya yang kekal abadi, tanpa batas dan tanpa syarat!

Demikian. Semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

JohArt Wurlirang, 21/4/2018.

Sumber: refleksi pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2228878339218906?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.