Inspiration

Inspiratif! Tak Ada Rotan Akar Pun Jadi, Di Saat Sulit Tetaplah Kreatif

Sahabat Peradaban Kasih UC News terkasih. Kuharap artikel ini memberimu inspirasi kreatif di saat berada dalam situasi yang tidak seperti kamu harapkan. Itulah sebabnya, kuberi judul artikel ini: Inspiratif! Tak Ada Rotan Akar Pun Jadi; Di Saat Sulit Tetaplah Kreatif. Ini refleksi atas peristiwa yang barusan kualami. Seperti apa persisnya?

Referensi pihak ketiga

Sesudah sejak hari Kamis (12/4/2018) lalu saya tidak masuk kantor karena menjalani perawatan di Elizabeth Semarang, pada hari Rabu (18/4/2018) saya ke kantorku. Pelahan tapi pasti – meski masih agak lemas hehehe – saya bergerak dari Pastoran JohArt Wurlirang menuju Kampus Ungu. Sesudah parkir, kusalami seperti biasa rekan-rekan driver di pos mereka. Ada Mas Adam dan kawan-kawan Tim Driver Unika Seogijapranata, dan Mas Radno yang Kamis (12/4/2018) lalu mengantarku ke rumah sakit. Dari parkiran, kumelangkah menuju ke ruanganku yang berada di lantai empat. Kusapa dan kusalami siapa saja yang kujumpai, mulai dari Vera – mahasiswi Psikologi – lalu cleaning servis di lantai dua – Mbak Partini. Di lantai tiga, kusalami Grace – calon mahasiswi dari Kebon Dalem – dan maminya; lalu kusalami pula Mas Dadut, Mbak Alam, Mbak Devi dan Mas Wawan yang melayani di Rektorat. Sesudah itu kumelangkah pelahan tapi pasti menuju lantai empat. Kusalami seseorang yang tak kukenal yang duduk di depan pintu ruang pertemuan LPPM untuk persiapan Job Affair. Lalu, kumelangkah ke ruangan Sr. Elsa…. eit, ternyata ruangan terkunci, padahal Sr. Elsa berada di dalam. Ternyata, ruangan beliau terkunci, namun beliau bisa masuk dari pintu lain. Puji Tuhan!

Referensi pihak ketiga

Nah, ternyata, ruanganku pun terkunci. Pintu lain juga terkunci dari dalam. Sementara aku tak membawa kunci cadangan. Akibatnya, aku pun tak bisa masuk ke dalam ruangan kerjaku sendiri hahaha. Usut punya usut, ternyata kunci dibawa oleh seorang mahasiswa, dan entah ditaruh di mana. Hmmm, baru mau ngantor sesudah beberapa hari absen; ternyata gagal masuk ruangan. Di sinilah, peribahasa “Tak ada rotan akar pun jadilah!” sungguh-sungguh kualami. Beruntung di samping ruanganku ada teras. DI situ kutata meja dan kursi yang kadang kupakai untuk selingan duduk – dan sering pula dipergunakan mahasiswa untuk kongkow hehehe, dan itu terlihat dari ruanganku. Maka, di tempat itulah aku “ngantor” sesudah sakit. Memang panas, gerah, dan keringatan. Tapi asyik bisa ngetik sambil “minum rempah-rempah” hehehe. Kukeluarkan laptopku, lalu kutulis saja artikel ini.

Referensi pihak ketiga

Itulah wujud nyata penghayatan peribahasa “Tak ada rotan, akar pun jadilah!” Meski tak bisa masuk ruangan, aku tetap berada di sekitar ruanganku dan membuat sesuatu yang bermanfaat. Semoga kisah nyata sederhana ini menginspirasi Anda pula. Di saat mengalami sesuatu yang tidak seperti kamu harapkan, tetaplah semangat, kreatif dan produktif! Jangan menyerah pada keadaan seburuk apa pun. Selalu ada jalan keluar terbaik di setiap kesulitan yang kita hadapi! So, stay cool aja ya!

Demikian, semoga artikel sederhana ini menginspirasi dan memotivasi Anda. Tetap semangat membangun peradaban kasih dalam situasi apa pu. Terima kasih. Salam sejahtera. Tuhan memberkati.***

Teras Ruangan Campus Ministry Unika Soegijapranata, 18/4/2018.

Sumber: refleksi dan opini pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1419331884139416?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.