Inspiration

Istimewa! Pengampunan Itu Memulihkan Relasi Yang Terkoyak

Sahabat Peradaban Kasih UC News terkasih. Istimewa! Pengampunan itu memulihkan relasi yang terkoyak. Itulah pengalaman rohani yang bisa dialami oleh siapa saja, apa pun agamanya, di mana pun berada, kapan saja! Itu kebenaran universal yang berlaku di seluas dunia dan di sepanjang masa! Bagaimana mungkin?

Referensi pihak ketiga – Sumber: Jawaban.com

Benar, pengampunan itu menjadi perekat kehidupan bersama. Itulah sebabnya, pengampunan pasti berbuah pada pemulihan relasi yang terkoyak. Justru karena itulah, maka dalam tradisi Katolik, pengampunan berbuah pada pulihnya relasi antara suami-istri dan menjadi berkat bagi anak-anak. Makanya, pada saat melangsungkan pernikahan, suami-istri saling berjanji setia untuk tetap setia dalam situasi apa pun, sehati maupun sakit, untung maupun malang, suka maupun duka.

Justru yang paling sulit adalah ketika relasi terkoyak dan menimbulkan situasi sakit lahir maupun batin, malang jasmani maupun rohani, duka jiwa dan raga. Namun, pengampunan di saat-saat tersulit itu memulihkan kembali relasi yang rusak sebab pengampunan mengikat kehidupan bersama dalam kasih.

Referensi pihak ketiga – Sumber: zurishaddaiallofgrace.blogspot.co.id

Pengampunan itu tanpa syarat! Juga ketika pihak-pihak yang tidak bersalah mungkin tidak sempat meminta maaf secara langsung, apalagi dengan kata-kata dan tindakan di depan mata dan telinga kita dan lalu berucap, “Aku minta maaf atas segala kesalahanku. Maafkanlah dan ampunilah aku!” Apalah artinya kata-kata kalau hanya manis di bibir lain di hati. Justru permohonan maaf itu bisa dilihat dari perubahan sikap. Tanpa kata, tanpa bicara, tanpa ucapan permintaan maaf pun, kerelaan untuk hadir dan berada bersama sudah merupakan indikasi awal sikap tobat dan karenanya, kita dipanggil untuk mengampuni tanpa syarat, tanpa batas.

Referensi pihak ketiga – Sumber: muridsejati.com

Ini bukan soal omdo – omong doang – melainkan pengalaman. Pengampunan akan memberi rasa damai di hati. Yang penting, kita bisa membuang setiap egoisme diri kita dan kemudian membuka pintu hati yang melahirkan pengampunan. Dijamin, ketika itu terjadi, relasi yang terkoyak pun akan seketika dipulihkan. Pihak-pihak yang terluka disembuhkan! Ndak percaya? Coba saja melakukannya! Anda akan merasakan betapa istimewanya pengampunan itu!

Demikian, salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati Anda!***

JohArt Wurlirang, 19/4/2018.

Sumber: refleksi pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1572601372178288?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.