Inspiration

Dahsyat Indah! 5 Langkah Inspiratif Untuk Saling Mengasihi Bukan Mengumpat Dan Menghujat

Sahabat Peradaban Kasih UC News yang terkasih. Betapa indah dan dahsyat ketika kita bisa menginspirasi kehidupan dengan saling mengasihi bukan dengan mengumpat dan menghujat. Berikut ini 5 langkah inspiratif untuk saling mengasihi bukan mengumpat dan menghujat. Apa saja? Simak dengan seksama girls and guys!

Referensi pihak ketiga

Pertama, mari kita saling menjaga diri, agar tidak gampang memfitnah, mengumpat, dan menghujat. Caranya? Mari kita menjaga keheningan batin, memandang dengan cara pandang bening, hati jernih, budi bersih, jiwa suci dan pikiran murni.

Referensi pihak ketiga


Kedua
, mari kita kendalikan lidah kita untuk tidak mudah mengucapkan ujaran-ujaran kebencian dan bertengkar mulut. Lidah memang tak bertulang, namun lidah juga bisa menjadi laksana api yang menghanguskan belantara kehidupan kita.

Referensi pihak ketiga


Ketiga
, mari kita ugahari dalam merespon, menanggapi, mengomentari hal-hal yang berbeda dari pikiran kita. Janganlah mudah berselisih karena itu hanya membuat hatimu sendiri terasa perih dan pedih karena dikuasai emosi yang mendidih.

Referensi pihak ketiga


Keempat
, sadarilah bahwa para pemfitnah, pengumpat, dan orang yang gampang bersungut-sungut itu “dibenci” oleh Allah Yang Maha Kasih dan Pengayang. Pemfitnah, pengumpat dan yang gampang bersungut-sungguh biasanya dikuasai sikap sombong. Allah “benci” orang sombong.

Referensi pihak ketiga

Akhirnya, dan ini yang terpenting, mari kita saling mengasihi. Cinta kasih kita ungkapkan dalam perkatakan, perbuatan dan perilaku kita. Ungkapan saling mengasihi yang paling sederhana adalah dengan bersikap sopan, santun, lemah lembut terhadap semua orang.

Referensi pihak ketiga

Dah, itu aja sih. Semoga dengan kelima hal itu kita bisa membangun peradaban kasih dan menginspirasi kehidupan dengan saling mengasihi bukan dengan mengumpat dan menghujat. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JohArt Wurlirang, 25/4/2018.

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan nasihat St. Fransiskus Asisi dalam buku

“Karya-Karya Fransiskus Asisi” (Kajetan Esser OFM/Leo Laba Ladjar OFM, Sekafi: 2001, h. 126-127)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3758642996932343?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.