Inspiration

Inspiratif! Persahabatan Dalam Kasih Menginspirasi Persaudaraan Sejati Dalam Keberagaman

Sahabat Peradaban Kasih UC News yang terkasih. Inspiratif dan sungguh indah! Di saat aku sedang merenungkan makna persahabatan dalam kasih yang menginspirasi persaudaraan sejati dalam keberagaman, Tuhan menganugerahkan padaku contoh pengalaman nyata yang masih sangat hangat girls and guys! Seperti apakah?

Referensi pihak ketiga

Pertama, sahabatku Setyawan Budi, Ketua Persaudaraan Lintas Agama Semarang (Pelita) mengabarkan padaku, dalam pesan singkat begini. “Nanti aku memimpin 200 orang di barisan lintas agama terdiri dari PMII, HMJ SAA UIN Walisongo, Mahasiswa STT Abdiel, GMKI, JAGI, Forum Perantara, dan Persada (Perhimpunan Penghayat Sapta Darma). Silahkah bergabung.” Pesan itu disampaikan dalam rangka keterlibatan mereka, para sahabat lintas agama, dalam karnaval Paskah Kota Semarang 2018. Saya bahagia menerima kabar itu. Itulah persahabatan yang menginspirasi dan berbuah dalam persaudaraan sejati dalam keberagaman.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Kumainkan saksofon mengiringi para sahabat lintas agama dalam karnaval Paskah Kota Semarang 2018 (27/4/2018). Lihatlah, betapa kami bersukacita dalam kasih persahabatan yang menginspirasi persaudaraan sejati dalam keberagaman. (Pemotret: Lukas Awi Tristanto)

Kedua, merespon ajakan tersebut, maka, pada hari Jumat (27/4/2018), saat karnaval tersebut dilangsungkan dari Kota Lama menuju Balai Kota Semarang; saya dengan sadar dan sengaja memilih bergabung dengan mereka. Sebetulnya panitia mengundang dan memintaku duduk di kursi undangan VIP bersama Bapak Uskup Agung Semarang, Wali Kota, Ketua DPRD Kota maupun Provinsi dan para tamu terhormat lainnya berhubung saya juga diminta untuk menyanyikan sebuah lagu dengan iringan saksofonku. Namun, aku lebih memilih berbaur dan bergabung berjalan kaki bersama hampir sepuluh ribu orang yang turut serta dalam karnaval tersebut dan 200 di antaranya adalah para sahabat Pelita. Saya yang belum lama ini opnam di rumah sakit selama lima hari gara-gara batu ginjal, memilih berjalan kaki di bawah terik matahari bersama mereka menempuh jarak perjalanan 2,5 kilometer. Bahkan, kami bergembira bersama menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dengan iringan saksofonku sepanjang perjalanan itu. Sungguh indah dan membahagiaan, persahabatan dan kasih yang menginspirasi persaudaraan sejati, bukan dalam teori melainkan dalam praksis nyata! Luar biasa indah dan inspiratif.

Referensi pihak ketiga – Sahabatku Rizqi dari UIN Walisongo memotretku saat karnaval Paskah Semarang 2018 dan mengirimkannya padaku.

Ketiga, sesudah acara usai, Romo Didik SJ, ketua panitia karnaval tersebut mengabarkan tanggapan positif dari berbagai rekan beda agama. Antara lain disampaikan oleh Mochamad Rifai yang mengatakan bahwa kebersamaan dalam lintas kebersamaan agama dan budaya seperti itu menginspirasi hidup menjadi lebih guyub, rukun dan damai. Menurutku, itulah persahabatan dan kasih yang menginspirasi persaudaraan sejati dalam keberagaman. Semoga hal serupa menginspirasi pula kota-kota lain dalam menghadirkan persaudaraan sejati dalam keberagaman atas dasar persahabatan dan kasih.

Referensi pihak ketiga

Maka, dengan sukacita, saya langsung menuliskan renunganku dan refleksi atas peristiwa tersebut. Semoga ini pun menginspirasi dan memotivasi siapa saja untuk membangun persaudaraan sejati dalam keberagaman berdasarkan kasih dan persahabatan. Dengan demikian, peradaban kasih kian terwujud di masyarakat kita. Demikian, semoga refleksi ini bermanfaat. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati.***

Balai Kota Semarang, 27/4/2018

Sumber: refleksi pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2520182197215848?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.