Inspiration

Luar Biasa Inspiratif! Desa Ini Disebut Desa Pancasila, Mengapa? Jawabannya Mengejutkan!

Sahabat peradaban kasih yang terkasih. ijinkan daku berbagi refleksi indah atas pengalamanku hari ini Sabtu, 28/4/2018. Dalam sharing kami tentang kasih persahabatan dan persaudaraan di Lamongan, kami diteguhkan oleh keberadaan satu desa yang disebut Desa Pancasila. Luar biasa inspiratif fakta ini. Mengapa?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Pertama, saya sungguh bahagia boleh melihat dari dekat Desa Pancasila ini, yakni Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Disebut demikian, karena di desa ini kerukunan hidup beragama tak hanya manis di bibir lain di hati. Kerukunan ditandai pula secara fisik oleh keberadaan tiga tempat ibadat yang berada di satu lokasi yang berdekatan. Ketiga rumah ibadat itu adalah pura untuk umat Hindu, gereja untuk umat Kristen dan masjid untuk umat Islam.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kedua, secara pribadi, saya sungguh menikmati dan bahagia saat berjumpa dengan para sesepuh dan tokoh yang menerima kami, saat kami berkunjung tanpa rencana dan tanpa janjian. Semua serba spintan tanpa basa-basi berlandaskan kasih persahabatan dalam rangka kerukunan di tengah keberagaman. Di pura Hindu, kami diterima oleh Pak Adi, pengurus pura. Kami juga diterima oleh Pdt. Jatmiko, di GKJW. Meski kami tidak sempat berjumpa dengan Takmir Masjid setempat, kami bersyukur bisa berjumpa Pak Rofiq, jurukunci Makam Mbah Alun yang berada tak jauh dari masjid.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Ketiga, desa Pancasila ini tak hanya rukun secara fisik dalam tanda tempat ibadat yang saling berdekatan tetapi juga secara sosial-religius. Mereka tak mempan ternoda konflik. Mereka tetap guyub dan rukun dalam kasih persahabatan tak hanya di tingkat elit tetapi juga di akar rumput. Sukacita kasih persahabatan dalam kerukunan di tengah keberagaman ditandai pula oleh kerjasama dalam perayaan hari-hari besar keagamaan masing-masing.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Sungguh, bagiku, desa ini mestinya menginspirasi tempat lain dalam rangka menbangun peradaban kasih. Inilah refleksi singkat dan spontan yang bisa kubuat. Semoga menginspirasi Anda pula dalam rangka kasih persahabatan dan peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Lamongan, 28/4/2018.

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan kunjungan langsung dan perjumpaan dengan Pak Adi (Hindu), Pak Rofiq (Islam) dan Pdt Jatmiko (GKJW)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4064707354833279?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.