Inspiration

Mantab Jiwa! Pengenalan Akan Allah Menginspirasi Hidup Yang Berbuah Kasih Dan Persaudaraan

Sahabat Peradaban Kasih UC News yang terkasih. Mantab Jiwa! Ternyata, pengenalan akan Allah secara benar itu menginspirasi dan memotivasi hidup yang berbuah kasih dan persaudaraan di antara kita, girls and guys! Kok bisa sih? Begini penjelasannya.

Referensi pihak ketiga

Kesimpulan ini terinspirasi oleh seorang tokoh sejarah bernama Origenes dari Aleksandria (185-254). Origenes memberikan nasihat yang sangat inspiratif saat mengatakan bahwa tingkat tertinggi pengenalan akan Allah selalu berasal dari kasih. Karena berasal dari kasih, pastinya juga akan menginspirasi hidup yang berbuah kasih dan persaudaraan di antara umat manusia.

Referensi pihak ketiga

Menurutku, nasihat itu tak hanya inspiratif melainkan juga istimewa mantab jiwa! Nasihat itu menggetarkan dan menyentuh jiwaku tentang kedalaman suatu hidup rohani. Sungguh inspiratif bahwa orang hanya dapat hidup dalam persaudaraan yang penuh kasih dan saling mengenal satu terhadap yang lain secara benar dan mendalam kalau ia berada dalam kasih yang berasal dari Allah. Karena Allah adalah kasih, maka bila setiap orang membuka hati kepadaNya, ia pun akan saling membuka hati satu terhadap yang lain dalam kasih pula. Buahnya adalah persaudaraan yang benar dalam sikap saling menghormati satu terhadap yang lain.

Referensi pihak ketiga

Begitulah, pengenalan akan Allah secara benar tidak membuat kita terasing dengan sesama, tetapi justru kian dipersatukan dalam kasih dan persaudaraan. Tak heran bahwa bagi kita yang berada dalam disposisi ini mampu berkata: Aku hanya kau yang lain. Kamu adalah aku di dalam dikau yang saling memantulkan kasih dalam kemartabatan sebagai sesama makhluk yang diciptakan seturut gambar dan citra-Nya. Karena itulah, tak perlu lagi ada umpatan, hujatan, dan kebencian karena setiap umpatan, hujatan dan kebencian pada yang lain tak lebih merupakan umpatan, hujatan dan kebencian yang menikam diriku sendiri. Lukamu adalah lukaku, deritamu juga deritaku. Bahagiaku adalah bahagiamu, sukacitaku pun milikmu!

Referensi pihak ketiga

Demikian girls and guys, maaf agak sedikit agak mistik (tasawuf), namun keikhlasan kamu membaca artikel ini hingga tuntas sudah menunjukkan betapa kamu justru sudah berada di tahap kedalaman peradaban kasih yang tulus dalam kesucian jiwa dan kejernihan akhlak yang murni. Semoga menjadi berkah. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JohArt Wurlirang, 25/4/2018.

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi oleh Benedict XVI, The Fathers, (Libreria Editrice Vatikana: 2008, p. 57-61).

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3271862141683663?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.