Inspiration

Dashyat Inspiratif! Kita Kuat Tegar Bukan Karena Perkasa Tapi Justru Karena Kelemahan Kita

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Jangan salah sangka! Kuat dan tegar secara rohani berkebalikan dengan kuat tegar secara jasmani. Kok busa? Bagaiamana penjelasannya?

Referensi pihak ketiga

Pertama, ukuran duniawi dan jasmani, orang disebut kuat dan tegar kalau ia diberi tubuh yang perkasa dan kekar. Badan besar wajah tampan bukan ukuran kekuatan dan ketegaran secara kejiwaan, bahkan kerohanian. Sering kita jumpai ada orang berbadan besar, perkasa, tampak menawan namun justru kerap tampil lembek, lamban dan cengeng. Tapi ada yang berbadan kurus dan kerempeng justru tampil kuat dan tegar menghadapi tempaan hidup. Mengapa? Jawabannya ada di nomor berikut.

Referensi pihak ketiga

Kedua, kedalaman spiritual membuat orang yang tampaknya kerempeng secara fisik, namun dia bermental baja. Ia tahan banting. Siap bertempur bukan secara fisik melainkan secara mental spiritual dan sosial kultural.

Ketiga, secara rohani, dalam kerendahan hati orang yang kuat dan tegar justru menghayati spiritualitas ini: Saya gembira dengan kelemahan-kelemahan saya. Saya juga gembira kalau oleh karena Kebenaran dan Kehidupan, saya difitnah, saya mengalami kesulitan, dikejar-kejar dan saya mengalami kesukaran. Sebab kalau saya lemah, maka pada waktu itulah justru saya kuat (bdk. 2 Korintus 12:10). Spiritualitas ini tampaknya mustahil, namun sudah teruji selama ribuan tahun. Spiritualitas ini telah dihidupi oleh milyaran manusia di seluas dunia dari segala bahasa, budaya, dan bangsa.

Referensi pihak ketiga

So girls and guys, jangan pikir bahwa kuat dan tegar itu hanya soal jasmani. Justru kuat dan tegar secara rohani macam inilah yang telah teruji dan akan bertahan sampai kapan pun! Mari kita jadikan spiritualitas ini sebagai nafas kita untuk menjadi kuat dan tegar dalam kehidupan kita yang bahkan penuh kelemahan, kesukaran, kesulitan, dan kemartiran. Itulah landasan kokoh untuk membangun peradaban kasih.

Demikian semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

Kapel Ignatius Unika Soegijapranata, 3/5/2018.

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan 2Korintus 12:10.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4169519020697705?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.