Inspiration

Keren Inspiratif! Cinta, Mengapa Kita Beda, Kisah Kasih Ramadan Dan Maria

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Tulisan ini merupakan kelanjutan dari dari artikel yang berjudul “Keren Inspiratif! Cinta, Mengapa Kita Beda” (lihat tz.ucweb.com/5_3jCaLterbit 12/5/2018 19.14). Bagaimana ending dari kisah cinta antara Ramadan dan Maria? Lanjut? Putus? Inilah jawabannya.

Referensi pihak ketiga

Ramadan dan Maria tulus saling mencintai dan menghormati satu terhadap yang lain. Sayang, sesudah bertanya kepada Ustad yang bijaksana dan menempatkan jawaban dalam konteks menghormati keberagaman; Ramadan dan Maria kian bergumul harus bagaimana. Mereka berdua sama-sama kuat dalam menghayati agama masing-masing. Itulah perbedaan yang masih belum bisa didamaikan.

Maka, Maria pun ingin berkenalan dengan dengan kedua orangtua Ramadan. Saat itulah, jalan cinta Ramadan dan Maria mendapatkan jawaban. Ternyata, kedua orangtua Ramadan tak merestui cinta mereka semata karena mereka beda agama. 

Referensi pihak ketiga

Maria bisa mengerti sikap ayah dan ibu Ramadan. Maria berdoa kepada Tuhan dan dengan bimbingan seorang Romo, Maria pun mantab memutuskan tali cinta yang dijalin bersama Ramadan selama ini. Maria menghormati sikap dan keputusan kedua orangtua Ramadan. Maria juga diteguhkan dalam doa dan nasihat dari Romo yang membimbingnya.

Sebetulnya Romo itu hanya menasihati Maria dan mengatakan bahwa setiap keputusan yang akan diambil Maria dalam lemerdekaan, dan buahnya damai dan kebahagiaan, itulah keputusan yang selaras dengan kehendak Tuhan. Tuhan pun akan memberikan yang terbaik kepada umatNya.

Referensi pihak ketiga

Begitulah, setelah melalui pergumulan yang panjang dan unik dramatis, Ramadan dan Maria dengan dewasa dan saling menghargai mengambil langkah putus. Mereka putus melulu hanya karena beda agama. Namun keputusan yang mereka ambil tak diwarnai dendam dan benci melainkan dalam sikap saling menghargai.

Maka, meski akhir dari kisah kasih Ramadan dan Maria ditandai perpisahan, perpisahan itu tetap terjadi dalam keindahan, bukan dalam kebencian dan dendam. 

Sekali lagi, itulah kisah kasih Ramadan dan Rama dalam drama ethnic musical karya Yunan Helmi, sahabatku dalam keberagaman. Dia beragama Islam dan saleh. Saya pastor Katolik. Namun kami saling mendukung dalam karya untuk perdamaian negeri ini dalam jalur seni musik dan budaya.

Referensi pihak ketiga

Semoga kisah kasih Ramadan dan Rama yang meski berakhir dalam sikap hormat dan damai karena beda agama itu menginspirasi kaum muda kita dalam merajut cinta. Pesan yang hendak disampaikan melalui kisah ini adalah tetap pesan damai dalam keberagaman.

Lalu bagaimana warna drama ethnic musical “Cinta, Mengapa Kita Beda?” menjadi pesan perdamaian? Sabar kawan. Itu akan saya narasikan di seri ketiga nanti ya. Untuk yang ini, cukup sampai di sini dulu. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua. (bersambung)***

JEC Jogya, 12/5/2018.

Sumber: refleksi berdasarkan etnical music concert “Cinta, Mengapa Kita Beda?” karya Yunan Helmi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3442817341599041?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.