Inspiration

Akhirilah Berjalan Dengan Satu Kaki Agar Langkah Keberagamaanmu Tak Pincang

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Seorang mahasiswa bertanya padaku: Berdosakah saya oleh sebab saya tidak pernah ke gereja sebab menurut saya cukuplah berdoa di rumah dan melakukan perbuatan baik? Menurutmu bagaimana? Yuk kita simak jawabannya.

Referensi pihak ketiga

Hidup beragama itu ditandai dua ciri yang laksana berjalan dengan dua kaki. Kaki pertama adalah pengungkapan iman. Kaki kedua adalah perwujudan iman. Keduanya harus seimbang. Bila tidak akan menjadi pincang. Perbuatan baik tak hanya soal karitatif melainkan juga tekun beribadah berjamaah. Tidak melakukan salah satu dari keduanya membuat langkah menjadi pincang, tidak seimbang. Ketidakseimbangan itu menjadi bahaya dan berdosa melanggar kewajiban hukum beribadah perintah Gereja.

Referensi pihak ketiga

Hanya melakukan perbuatan baik dan berdoa sendiri tanpa pernah ke gereja sama saja berjalan dengan satu kaki. Ini membuat hidup keberagamaan kita pincang. Beragama itu tak hanya personal tetapi juga sosial. Karenanya, akhirilah berjalan dengan satu kaki agar langkah keberagamaanmu tak pincang dan berada dalam bayang-bayang dosa terus-menerus.

Referensi pihak ketiga

Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 30/5/2018

Sumber: refleksi pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2194740294417393?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.