Inspiration

Bahagialah Dengan Apa Adamu, Jangan Mengiri Sebab Adamu Adalah Keindahan Dan Syukur

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kisah ini inspiratif untuk memotivasi kita agar bahagia dan menerima diri kita apa adanya dengan penuh syukur. Seperti apakah?

Referensi pihak ketiga

Adalah seekor Gagak yang tinggal di hutan dan sudah bahagia dengan keadannya, tapi tiba-tiba berubah pikiran gara-gara melihat angsa. Ia pun berkata, “Wahai Angsa, kamu sangat putih, dan aku sangat hitam. Kamu ini pasti burung paling bahagia di dunia.”

Jawab Angsa, “Hmmm, saya semula memang merasa bahwa saya adalah yang paling bahagia dengan putihku sampai saya melihat Beo, yang memiliki dua warna. Pastinya, Beo adalah burung paling bahagia.”

Referensi pihak ketiga

Namun kemudian Beo justru bilang, “Saya menjalani kehidupan yang sangat bahagia sampai saya melihat burung merak. Saya hanya memiliki dua warna, tetapi merak memiliki banyak warna pada bulunya.”

Mendengar kata-kata Beo, Gagak pun serta merta menyambangi Merak di kandangnya. Beo melihat bahwa banyak orang sedanh asyik melihat Merak. Gagak pun mendekati Merak itu dan berkata. “Wahai Merak,” kata gagak, betapa indahnya warnamu. Bahkan setiap hari, ribuan orang datang untuk melihatmu. Kamu pasti paling bahagia di bumi ini.”

Namun mengejutkan sebab Merak itu menjawab, “Kawan, semula saya memang selalu berpikir bahwa sayalah burung paling indah dan bahagia di bumi ini. Namun karena keindahan saya ini, saya justru terjebak di kandang ini. Aku tak merdeka seperti kamu, Gagak. Saya pikir bahwa kamulah yang paling bahagia karena kamu merdeka, bebas terbang ke mana pun! Ah, andaikan aku adalah kamu!” 

Referensi pihak ketiga

Mendengar itu Gagak terdiam dalam hening. Lalu dengan malu dia terbang meninggalkan Merak yang juga termenung dalam sunyi.

Kawan, betapa mudah kit tidak puas dengan keadaan diri kita. Betapa mudah kita diperangkap rasa iri pada orang lain. Maria kita belajar untuk selalu bahagia dengan diri kita dan bersyukur atas setiap anugerah yang kita terima setiap saat. Bahagia dan bersyukur pun bagian dari peradaban kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

Pasadena Art Galeri, 16/5/2018.

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan atas dongeng anak.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3636706847569371?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.