Inspiration

Inspirasi Barokah Yang Tak Bisa Dibantah Karena Syukur Dan Kegembiraan Membuncah

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Peristiwa Sahur bersama Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid yang diselenggarakan di halaman Pastoran Johannes Maria (25/5/2018) dan di halaman Gereja Maria Asumpta Gamping (26/5/2018) menjadi berkah yang tak bisa dibantah. Seperti apakah?

Referensi pihak ketiga

Benar kawan, dua peristiwa yang terjadi di wilayah Gerejawi Keuskupan Agung Semarang itu selalu dikenang dengan rasa syukur dan kegembiraan. Itu tak bisa diberangus oleh sekadar pemahaman sempit manusiawi dalam pola untung rugi. Dua peristiwa itu selalu menginspirasi dan memotivasi saya, sebagai Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KAS, untuk bersyukur tiada henti.

Referensi pihak ketiga – Sahur bersama Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid di halaman pastoran Johannes Maria Semarang

Barokah (berkah/berkat) itu disyukuri tiada henti dalam rangka Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang (Ardas KAS) 2016-2018 dan Rencana Induk KAS (RIKAS) 2016-2035 yang pada tahun 2018 ini dibingkai tema pelayanan pastoral “Menjadi Gereja (Katolik) yang inklusif, inovatif dan transformatif yang bekerjasama sinergi dalam masyarakat multikultural”. Sungguh luar biasa dahsyat dan semoga hal itu menginspirasi dan memotivasi tak hanya umat melainkan juga para pejabat agar tidak sembunyi di balik kata-kata memperjuangkan value, tetapi nyaman di balik menara gading tanpa kepekaan kepada situasi bangsa yang sedang mendamba cinta. Cinta itu berwujud kerukunan, persaudaraan, dan perdamaian yang merupakan dasar bagi peradaban kasih.

Referensi pihak ketiga – Sahur bersama Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid di halaman Gereja Gamping Yogyakarta

Inspirasi barokah yang tak bisa dibantah karena syukur dan kegembiraan yang membuncah itu justru lahir dari kaum muda yang sedang menggemakan srawung persaudaraan sejati lintas agama. Muda, gembira dan bersaudara. Srawung sejak dalam pikiran tetapi juga diwujudkan dalam kenyataan. Antara lain, melalui peristiwa Sahur bersama Ibu Dra. Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid M.Hum. Laksana gayung bersambut, begitulah peristiwa yang terjadi di Semarang dan Yogyakarta dua dini hari secara beruntun itu menjadi inspirasi barokah bagi anak-anak bangsa yang sedang resah namun tetap berpengharapan untuk maju dalam kebersamaan sebagai bangsa tanpa pernah menyerah!

Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

Tinjomoyo, 29/5/2018.

Sumber: refleksi pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2481636664960878?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.