Inspiration

Inspirasi Kisah Kasih Bagi Yang Berada Dalam Sakratul Maut

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Saat-saat kematian merupakan saat yang mencekam bagi banyak orang, bahkan mungkin bagi semua orang. Lalu harus bagaimana menyikapinya? Inilah inspirasi kisah yang pastinya bisa kita tiru, apa pun agama dan kepercayaan kita.

Referensi pihak ketiga

Inspirasi ini saya kutip dari catatan yang diwariskan Santa Teresa Kalkuta. 

“Kalau saya memungut seseorang yang lapar dari jalan, saya beri dia sepiring nasi, sepotong roti. Tetapi seseorang yang hatinya tertutup, yang merasa tidak dibutuhkan, tidak dikasihi, dalam ketakutan, seseorang yang telah dibuang dari masyarakat, kemiskinan spiritual seperti itu jauh lebih sulit untuk diatasi. Mereka yang miskin secara materi bisa menjadi orang yang indah. Pada suatu petang kami pergi keluar, dan memungut empat orang dari jalan dan salah satu dari mereka ada dalam kondisi yang sangat buruk. Saya memberitahu para suster: Kalian merawat yang tiga, saya akan merawat orang itu yang kelihatan paling buruk. Maka saya melakukan untuk dia segala sesuatu yang dapat dilakukan,dengan kasih tentunya. Saya taruh dia di tempat tidur dan ia memegang tangan saya sementara ia hanya mengatakan satu kata: Terima kasih. Lalu ia meninggal.”

Referensi pihak ketiga

“Saya tidak bisa tidak, harus memeriksa hati nurani saya sendiri.Dan saya bertanya: Apa yang akan saya katakan, seandainya saya menjadi dia? Jawaban saya sederhana sekali. Saya mungkin berusaha mencari sedikit perhatian untuk diriku sendiri. Mungkin saya berkata: Saya lapar, saya hampir mati, saya kedinginan, saya kesakitan, atau lainnya. Tetapi ia memberi saya jauh lebih banyak, ia memberi saya ucapan syukur atas dasar kasih. Dan ia meninggal dengan senyum di wajahnya.”

Referensi pihak ketiga

Kalimat-kalimat penuh inspirasi dan motivasi yang diwariskan oleh Santa Teresa Kalkuta menurutku sangat dahsyat. Bagaimana kita mendampingi siapa saja yang berada di dekat kita dalam menghadapi sakratul mautnya? Mungkinkah kita membiarkan mereka juga menghebuskan nafas terakhir dengan syukur dan bahagia? Apa yang bisa kita lakukan?

Semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

Gunungpati, 8/6/2018

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan buku saku KKIT, Let’s Do Something Beatiful for God (tanpa tahun)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1722764166569196?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.