Inspiration

Inspirasi Melayanilah Bukan Demi Upah Melainkan Demi Kerajaan Allah

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah kisah inspirasi melayani bukan demi upah melainkan demi Kerajaan Allah. Seperti apakah? Intinya, layanilah dengan hati. Selengkapnya, mari kita simak.

Referensi pihak ketiga

Suatu hari, Petrus berkata kepada Yesus, “Kami telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau.” Kalimat itu tampaknya belum selesai dan bisa saja dilanjutkan dengan pertanyaan, “Apa manfaatnya bagi kami?” Namun, pertanyaan itu sesungguhnya tidak didorong oleh keegoisan, sebab merupakan tanggapan terhadap pernyataan Yesus sebelumnya bahwa sangat sulit bagi orang kaya untuk masuk surga. Dalam konteks itulah, Petrus ingin tahu kalau orang yang berharta sukar masuk Kerajaan Allah, lalu apa kemungkinan masuk kerajaan Allah bagi seseorang yang telah menyerahkan segalanya untuk mengikuti Kristus. Itulah makna melayani dengan hati, bukan demi upah melainkan demi Kerajaan Allah.

Referensi pihak ketiga

Inilah jawaban Yesus. Yesus bersabda Petrus dan kepada kita bahwa mereka yang telah menyerahkan segalanya tidak hanya akan menerima pahala kehidupan kekal di masa yang akan datang tetapi juga banyak pahala dalam hidup di dunia ini. Berkah tidak hanya diberikan kepada mereka yang hanya memberikan segalanya, tetapi lebih kepada mereka yang memberikan segalanya demi Kristus dan cinta Kabar Sukacita Pengorbanan hanya bernilai bila dilakukan demi Kristus dan sesamanya, demi kasih. Niat kita dalam penyangkalan diri harus untuk memuliakan Kristus atau untuk mewartakan pesan Kabar Gembira bagi sesama. Berikanlah hatimu untuk melayani Tuhan dan sesama dengan cinta.

Referensi pihak ketiga

Tuhan menjanjikan berkah untuk penyangkalan diri yang dimulai dalam kehidupan ini dan memiliki puncaknya di kehidupan yang abadi. Hidup di dunia ini adalah pemurnian. Semoga kita mampu untuk melepaskan apa yang harus kita lepaskan demi cinta padaNya, bukan karena cinta untuk diri sendiri atau apa yang mungkin kita dapatkan dari itu. Maka, kuncinya adalah melayanilah bukan demi upah, melainkan demi Kerajaan Allah. Itulah peradaban kasih.***

Tinjomoyo, 29/5/2018

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Markus 10: 28-31

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1926930548413894?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.