Inspiration

Inspiratif! Mensyukuri Rahmat Jauh Lebih Membawa Berkat Daripada Mengeluh Dan Menyalahkan

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Ternyata, mensyukuri rahmat jauh lebih membawa berkat daripada mengeluh dan menyalahkan keadaan. Bersyukur akan senantiasa membawa kita kepada kemudahan alias membawa berkat daripada mengeluh sebab mengeluh justru akan membuat hidupmu kian tertekan.

Referensi pihak ketiga

Saya belajar bersyukur saat mengikuti perayaan Ekaristi di Gereja Katedral Semarang pada hari Kamis (17/5/2018). Bapak Uskup Mgr. Robertus Rubiyatmoko menjadi selebran utama dalam Misa Syukur atas banyak rahmat yang terjadi. Misa disemarakkan oleh enam konselebran, yakni Romo AG Luhur Prihadi Pr, Romo E Didik C SJ, Romo Heri Pr, Romo Yuda Pr, Romo Hantara Pr, dan saya sendiri sebagai penggembira. Asyik banget tuh. Apalagi dengan beberapa intensi doa yang dipersembahkan, makin asyik neh.

Referensi pihak ketiga

Benarlah ungkapan inspiratif ini bahwa hidup terasa lebih indah jika kita selalu bersyukur. Ada banyak rahmat yang kami syukuri. Pertama-tama, kami mensyukuri HUT I Tahbisan Mgr. Rubi sebagai Uskup Keuskupan Agung Semarang. Kedua, kami mensyukuri terselenggaranya Karnaval Paskah 2018 Kota Semarang yang berlangsung dengan aman, tertib dan damai serta lancar. Ketiga, kami mensyukuri keterlibatan banyak pihak dalam karnaval tersebut yang menggambarkan kerukunan dan persaudaraan dalam keberagaman. Keempat, kami mensyukuri partisipasi sekitar 500 orang yang terlibat dalam paduan suara gabungan dalam rangka menyemarakkan karnaval Paskah tersebut.

Nah, dalam suasana syukur itulah, Mgr. Rubi mengajak siapa saja untuk tetap hidup dalam kerukunan, bukan dalam perpecahan apalagi perkelahian. Hidup rukun itu kita syukuri dan kita hayati mulai dari dalam keluarga. Suami rukun dengan istri dan sebaliknya. Orangtua rukun dengan anak-anak dan sebaliknya. Anak-anak rukun sebagai saudara. Kerukunan yang seperti itu, membuat kita boleh memberikan kesaksian tentang kehidupan yang damai yang laksana kerikil dilemparkan ke dalam kolam, gelombangnya terus melebar menebarkan damai kepada semakin banyak orang.

Referensi pihak ketiga

Nah, kerukunan yang seperti itu dan rasa syukur atas banyak rahmat yang dilimpahkan Tuhan tak lain merupakan karya Roh Kudus dalam kehidupan kita. Maka, mensyukuri rahmat itu jauh lebih membawa berkat daripada mengeluh dan menyalahkan orang lain atau keadaan. Yang penting, mari kita selalu bersyukur dan selalu membangun kehidupan yang rukun dan damai dengan siapa saja! Menurutku, itulah juga yang merupakan langkah-langkah menuju peradaban kasih dalam kehidupan bersama. Proficiat Bapak Uskup, terima kasih atas segala rahmat dan berkat yang dicurahkan kepada umat dalam karya penggembalaan selama satu tahun berlalu. Semoga ke depan semakin lebar gelombang rahmat dialirkan dalam kehidupan umat dan masyarakat! Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 17/5/2018.

Sumber: refleksi pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3264039426561417?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.