Inspiration

Menjadi Tua Tak Berarti Renta, Justru Kian Giat Semangat Membangun Hidup Rukun, Hebat!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Seiring bertambahnya usia, manusia menjadi tua. Namun tak berarti bahwa menjadi renta. Menurut Kamus Besar, kata tua yang dihubungkan dengan renta menjadi tua renta. Dua kata tua renta sinonim dengan gaek, jompo, tua leler. Secara fisik disebut tua sekali dan sudah tidak bergigi dan bertenaga lagi. Ah, ternyat itu tak terjadi dengan pribadi-pribadi yang inspiratif dan memotivasiku sebagai yang masih setengah baya. Seperti apa?

Referensi pihak ketiga

Sungguh inspiratif, Paguyuban Wartawan Sepuh Jogyakarta menyelenggarakan diskusi kebangsaan ke-15. Ternyata diskusi ini dilaksanakan secara rutin. Khusus pada edisi Mei 2018, mereka memintaku menjadi nara sumber bersama KH Muhammad Jazir, ASP (tokoh dari Jogokaryan DIY) dan Bapak Drs. HM Idham Samawi (anggota DPR-MPR-RI). Saya sungguh merasa terhormat boleh belajar bersama para nara sumber yang hebat itu, tetapi terutama belajar mengembangkan inspirasi dan motivasi bersama para wartawan sepuh (senior) di Yogyakarta, Hebat dan luar biasa inspiratif yang mereka lakukan itu.

Referensi pihak ketiga

Boleh saja ada pepatah yang sering bernada peyoratif: Tua-tua keladi, namun bagiku, Paguyuban Wartawan Sepuh DIY ini justru menjadi para pinisepuh (kaum senior) yang inspiratif. Bahkan mereka kian bersemangat membangun hidup rukun bagi anak-anak bangsa ini. Itulah yang mereka lakukan melalui serial diskusi kebangsaan yang secara rutin mereka lakukan. Sungguh luar biasa inspiratif!

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr Bersama KH Muhammad Jazir (kanan) dan MH Idham Samawi (kiri), saya di tengah sedang berkobar bicara

Apabila yang tua saja masih tetap bersemangat membangun hidup rukun, bukankah yang muda-muda harus lebih lagi, Kawan? So, mari kita upayakan melalui kehidupan kita masing-masing di mana pun berada, untuk tetap membangun hidup rukun sebagai warga bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Dengan cara itu pula, sebetulnya kita sudah berkontribusi pula untuk membangun peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaan kita.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr Menyanyi bersama Indonesia Pusaka

Begitulah Sahabat Peradaban Kasih, mari kita coba sedapat-dapatnya. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

Semarang, 16/5/2018.

Sumber: refleksi pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/492573687959681?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.