Inspiration

Inspirasi Motivasi Kehidupan: Jangan Mudah Meluapkan Amarah, Niscaya Itulah Surgamu

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Di tengah kesibukan kita sehari-hari gampang loh kita terpancing emosi dan lalu meledaklah amarah yang bisa jadi tak terkendali. Namun, sehebat apa pun persoalan yang kita hadapi, lebih baik janganlah mudah meluapkan amarah dari hatimu. Mengapa dan bagaimana?

Referensi pihak ketiga

Kutipan itu sesuai dengan sabda yang disampaikan Sang Guru Kehidupan saat berbicara tentang kemarahan. Marah yang dimaksudkanNya yaitu keinginan untuk membalas dendam atau sikap yang hanya menolak untuk mengampuni. Amarah itu bahkan setara dengan membunuh! Maka Sang Guru Kehidupan bilang tak hanya jangan membunuh, tetapi jangan marah sebab amarah itu jalan menuju hukuman neraka. Dengan frasa lain: Jangan marah, niscaya surga bagimu!

Referensi pihak ketiga

Tentang marah, saya jadi ingat pesan ini. ÔÇťApabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis” (Efesus 4:26-27). Kiranya yang dimaksudkan pesan ini , itulah juga yang dimaksudkan Sang Guru Kehidupan. Bahwa amarah itu dahsyat: jangan biarkan matahari terbenam karena amarahmu. Betapa dahsyat dampak kemarahan itu bahkan bisa membuat matahari terbenam seketika sebelum saat alamiahnya. Itulah kemarahan yang disertai keengganan untuk memaafkan yang menyebabkan kebencian di dalam hati kita yang pada akhirnya menghancurkan kehidupan dan hubungan kita dengan Tuhan dan sesama.

Referensi pihak ketiga

Semoga kita selalu dibawa kembali ke Hati dan kasihNya. Ketika kita memupuk perasaan di dalam hati kita – entah itu baik atau jahat – pada akhirnya perasaan itu akan mempengaruhi hidup kota. Semoga kita dibebaskan dan dibersihkan daku dari amarah yang membuat matahari terbenam dan kita masuk dalam lingkaran kegelapan.

Referensi pihak ketiga

Demikian, semoga inspirasi dan motivasi kehidupan ini membuat kita mengendalikan diri dan tidak meluapkan amarah kita apalagi disertai rasa dendam dan benci. Sekali lagi, jangan sebab amarah menjauhkan kita dari surga! Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua dengan kesabaran, kasih dan pengampunan.***

JoharT Wurlirang, 14/6/2018

Sumber: refleksi dan doa pribadi harianku

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4460308493856736?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.