Inspiration

Hebatnya Kerendahan Hati Dan Sopan Santun, Tapi Kian Langka, Kenapa?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kearifan lokal yang satu ini tampaknya kian langka dan untuk bisa melakukannya dibutuhkan perjuangan ekstra. Ini rumusannya: sikap lembah manah lan andhap asor. Apa arti dan maknanya? Mari kita renungkan.

Referensi pihak ketiga

Lembah mana lan andhap asor adalah sikap utama yang harusnya ada dalam diri manusia namun tampaknya hal itu kian langka. Lembah manah lan andhap asor adalah sikap rendah hati dan sopan santun. Betapa sulit sekarang ini bersikap rendah hati dan sopan santun. Padahal kerendahan hati dan sopan santun itu bagian dari perwujudan iman, apa pun agama dan kepercayaan kita.

Dalam budaya Jawa diajarkan, “semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin berilmu seseorang, ia dituntut untuk semakin lembah manah lan andhap asor. Ia harus semakin rendah hati dan santun kepada sesama. Tidak boleh berlaku sombong dan kurang ajar.” (Pitutur Luhur Budaya Jawa, 2017224).

Itulah arti lembah manah dan andhap asor. Namun memgapa sikap ini kian langka? Salah satu alasannya, karena pitutur luhur ini dianggap kuna. Sikap lembah manah dan andhap asor itu ketinggalan jaman. Ini era postmodern dan global. Buat apa lemah manah dan andhap asor? Itu argumen sebagian orang yang pernah kutanya. Sikap itu tidak membuat orang sejahtera, katanya.

Referensi pihak ketiga

Waduh, gawat! Makanya, dengan mudah orang saling hujat. Itulah sebabnya orang gampang meremehkan, merendahkan dan menghina orang lain. Bahkan orang-orang tertentu yang menjadi pemimpin dan figur publik pun, mudah tampil dalam arogansi dan kesombongan. Padahal mestinya, para pemimpin harus memberi contoh bersikap rendah hati dan santun.

Syukurlah masih ada beberapa pemimpin kita yang benar dalam bersikap rendah hati, sopan dan santun. Bahkan saatbia dihina, difitnah dan dicacimaki, ia tetap rendah hati, sopan dan santun. Mestinya pemimpin seperti inilah yang harus kita contoh. Pemimpin yang demikian menggunakan amanah untuk berkuasa sebagai kesempatan untuk melayani dengan segala kerendahan hati. Melayani dengan segala kerendahan hati tak hanya menjadi motto hidup melainkan dihayati sungguh-sungguh. Inilah hebatnya kerendahan hati dan sopan santun.

Referensi pihak ketiga

Semoga sikap semacam ini tetap bertumbuh dan mengubah kehidupan kita bersama dalam mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaan kita. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 2/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Pitutur Luhur Budaya Jawa, 2017224)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1516497831394058?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.