Inspiration

Indahnya Berbuat Baik, Menjauhkan Kita Dari Berbuat Jahat, Mengapa? Inilah Jawabannya

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inspirasi kearifan lokal falsafah Jawa ini masih melanjutkan hal kebaikan. Jaya-jaya wijayanti nir ing sambekala. Apa arti dan maknanya? Mari kita simak bersama.

Referensi pihak ketiga

Dalam kearifan lokal ini hendak diterangkan kepada siapa saja bahwa barangsiapa selalu berbuat baik dalam kehidupannya, ia akan dijauhkan dari segala musibah, bencana dan kejahatan. Sama seperti bahwa setiap kebaikan kita mendatangkan berkat berlipat-lipat, sekecil apa pun kebaikan itu, demikianlah maksud dengan pitutur luhur ini.

Secara positif, jaya-jaya wijayanti nir ing sambekala berarti bahwa barangsiapa berbuat baik, maka, ia akan selamat dalam hidupnya, dunia maupun akhirat. Keselamatan itu ditandai oleh keadaan baik, dijauhkan dari setiap bahaya malapetaka dan kejahatan.

Referensi pihak ketiga

Namun harus disadari sejak awal bahwa ketika manusia berkehendak dan berbuat baik, tak berarti bahwa dirinya terbebas dari kesulitan dan tantangan. Maka, ini harus dihadapi dengan rendah hati dan setia. Mengapa? Bisa jadi, orang lain akan mencibir, mengejek, bahkan menghina. Namun, tak perlu putus asa.

Berbuat baik itu indah, sebab akan mencegah siapa saja untuk berbuat jahat. Kalau dalam pikiran kita tertanam kehendak untuk selalu berbuat baik, maka angan-angan untuk berbuat jahat pun sirna. Maka, perbuatan baik dalam setiap tindakan manusia akan menjauhkannya dari kejahatan dan malapetaka. Tuhan pun pasti tidak rela bahwa orang-orang yang berbuat baik akan tertimpa celaka. Tuhan pasti akan melindunginya. Kalaupun celaka itu menimpanya, tak akan menghancurkan jiwanya. Keselamatan abadi pasti dianugerahkan Tuhan kepada siapa saja yang melakukan kebaikan.

Referensi pihak ketiga

Jadi, jangan pernah ragu untuk berbuat baik, sebab setiap perbuatan baik yang kita lakukan akan menjauhkan kita dari setiap kejahatan. Bahkan, perbuatan baik itu akan mendatangkan keselamatan dalam kehidupan, tak hanya bagi yang bersangkutan, tetapi juga bagi siapa saja yang berelasi dengannya.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 13/7/2018

Sumber: refeleksi pribadi terinspirasi Pitutur Luhur Budaya Jawa (2017:162)

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4336556346157563?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.