Inspiration

Indahnya Mencapai Harmoni, Bahkan Antara Manusia Dan Semesta, Bagaimana Bisa? Ini Buktinya

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Yang namanya harmoni atau keselarasan itu tak hanya menyangkut diri manusia melainkan juga semesta. Harmoni manusia dan semesta membawa pula harmoni manusia dengan Tuhan. Seperti apa dan bagaimana itu terjadi? Kita simak yuk.

Referensi pihak ketiga

Inspirasi dan motivasi kearifan lokal Jawa itu unik. Harmoni itu kesatuan antara manusia yang dipahami sebagai jagad cilik dan semesta alam sebagai jagad gedhe. Jagad cilik disebut mikrokosmos. Jagad gedhe disebut makrokosmos.

Yang menarik adalah bahwa jagad gedhe itu ada dalam diri jagad cilik. Manusia Jawa yakin bahwa alam semesta itu juga berada dalam dirinya. Artinya, diri manusia adalah gambaran alam semesta. Membaca diri berarti membaca semesta.

Referensi pihak ketiga

Baik jagad gedhe maupun jagad cilik harus selalu berjalan seimbang. Harmoni dan keseimbangan antara jagad cilik dan jagad gedhe berbuah damai-sejahtera dan keselamatan. Dalam bahasa Pakubuwana IV dalam Cipta Waskhitha, jagad cilik dan jagad gedhe digambarkan sebagai berikut.

Jembaring samodragung, tanpa tepi anglangut kadulu, suprandene maksih gung manungsa iki, alas jurang kali gunung, neng raganira wus katon.” (Luasmya samudera raya tiada bertepi dan sejauh mata memandang; tetapi luas tersebut belum dapat dibandingkan dengan keberadaan manusia; karena jurang sungai dan gunung semua ada dalam diri manusia.)

Referensi pihak ketiga

Dalam konsep itu diterangkan bahwa dalam diri manusia tercakup unsur semesta. Maka, harmoni harus dimulai dari diri pribadi manusia. Caranya bagaimana? Tempuhlah resep ini: ngangkah, ngukut, ngiket dan ngruket triloka, kakukut,. Artinya, manusia harus bersungguh-sungguh dalam niatnya untuk menghentikan pakarti jiwa raga dan mengikat serta memusatkan jiwa pada satu tujuan dengan memegang erat dan merangkul semesta dalam dirinya. Dengan demikian, manusia berelasi harmonis dengan semesta. Puncaknya adalah relasi harmonis antara manusia dengan Tuhan Sang Pencipta.

Demikianlah inspirasi dan motivasi kearifan lokal falsafah Jawa dalam menggapai harmoni antara manusia, sesama dan Tuhan. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

Muntilan, 10/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Ilmu Slamet (2018:63-65)

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4095598020993326?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.