Inspiration

Indahnya Menemukan Tuhan Dalam Segala, Untuk Apa Dan Bagaimana?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Bagaimana manusia bisa mencari dan menemukan Tuhan dalam segala peristiwa? Alangkah indahnya saat manusia bisa menemukan Tuhan dalam setiap dan segala peristiwa. Untuk apa dan bagaimana? Mari kita renungkan.

Referensi pihak ketiga

Inspirasi dan sumbernya adalah kearifan lokal falsafah Jawa ini. Pertama, watu kayu iku darbe dating Pangeran, nanging dudu Pangeran. Artinya, batu dan kayu adalah milik zat Tuhan, namun bukanlah Tuhan. Kedua, manungsa iku bisa kadunungan dating Pangeran, nanging aja darbe pangira yen manungsa mau bisa diarani Pangeran. Artinya,di dalam manusia dapat bersemayam zat Tuhan, akan tetapi jangan merasa bila manusia boleh disebut Tuhan.

Dua kearifan lokal falsafah Jawa tersebut memberi gambaran dan inspirasi kepada manusia bahwa manusia bisa menemukan Tuhan melalui alam ciptaan sebab alam ciptaan, misalnya, batu dan kayu pun memuat zat Tuhan; namun bukan Tuhan. Kalau ada yang berdoa membakar kemenyan di bawah pohon atau batu besar, misalnya, ia tidak sedang menyembah pohon atau batu itu, melainkan menyembah daya kuasa Tuhan yang menciptakan pohon dan batu itu. Namun pohon dan batu itu sendiri bukan Tuhan dan tidak pernah menggantikan Tuhan.

Referensi pihak ketiga

Demikian juga dengan sesama manusia. Manusia memancarkan citra Tuhan sebab diciptakan secitra dengan Tuhan. Namun manusia bukan Tuhan. Tetapi Tuhan hadir dalam diri manusia dan karenanya maka sesama manusia harus saling menaruh hormat dan kasih sayang untuk menghadirkan kasih Tuhan. Meminjam bahasa ungkapan St. Ignatius Loyola, manusia berusaha mencintai semua orang di dalam Tuhan.

Namun ungkapan itu memuat dua bahaya. Pertama, ada yang mencintai semua orang tapi tanpa mencintai Tuhan. Kedua, ada yang mau mencintai Tuhan tapi tanpa sungguh-sungguh mencintai semua orang. Nah, yang seharusnya terjadi adalah seseorang sungguh mencintai semua orang dengan kasih dan kelembutan dan seiring dengan itu mengasihi semua di dalam Tuhan. Pada saat itulah, kita menemukan Tuhan dalam segala dan bahkan mengasihiNya. Oh betapa indahnya.

Referensi pihak ketiga

Demikian, semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

Muntilan, 11/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi falsafah Jawa dan Mencari Tuhan dalam Segala (2013:17)

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1335085476553031?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.