Inspiration

Inspirasi Masuk Surga, Bukan Dengan Kata-Kata Hampa, Melainkan Dengan Melakukan Kebaikan!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Berikut ini adalah kutipan inspiratif yang memotivasi hidup kita untuk menggapai surga. Ternyata, menggapai surga itu tak cukup dengan kata-kata dan doa, melainkan harus ditopang dengan perbuatan baik nyata dalam hdiup sehari-hari. Seperti apakah kutipannya? Mari kita simak bersama.

Referensi pihak ketiga

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’ akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itu Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata, ‘Aku tidak pernah mengenal kalian! Enyahlah daripada-Ku, kalian semua pembuat kejahatan!'”

Nah, ternyata, kunci masuk surga itu bukan kata-kata hampa, melainkan perbuatan nyata, dan itu adalah perbuatan baik. Melakukan perbuatan baik bukan pembuat kejahatan. Pembuat kebaikan tampak dalam tindakan teguh dalam iman, harapan dan kasih. Ia tak mudah goyah oleh musibah, tak mudah hancur oleh sikap takabur.

Referensi pihak ketiga

Para pembuat kebaikan itu akan hidup kokoh kuat tak mudah roboh oleh hal-hal yang heboh. Nah, penegasannya adalah dalam kutipan berikut ini.

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas wadas. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas wadas.”

Pembuat kebaikan itu kokoh kuat tak tergoyahkan oleh badai. Ia laksana pembangun rumah di atas wadas. Setiap kebaikan yang dilakukannya menjadi pondasi untuk bangunan rumah keabadian di surga. Lawan dari ini ada dalam kutipan berikut ini.

“Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu, dan hebatlah kerusakannya.”

Pembuat kejahatan laksana membangun rumah di atas pasir yang akan roboh oleh hujan dan banjir. So, mari kita jadikan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan sebagai pondasi kokoh kuat atas rumah abadi kita di surga. Menggapai surga dengan melakukan kebaikan tak hanya dengan kata-kata hampa melainkan dalam tindakan yang nyata.

Referensi pihak ketiga

Apa tindakan kebaikan yang bisa dilakukan: berilah makan bagi yang lapar, berilah minum bagi yang haus, berilah pakaian bagi yang telanjang, berilah tumpangan bagi orang asing, kunjungilah yang sakit dan yang berada di penjara. Itulah kebaikan-kebaikan nyata yang bisa dilakukan, apa pun agama dan kepercayaan kita, dan dengan itu, jalan menuju surga pun terbuka lebar! Nah, tunggu apa lagi. Jangan menunda melakukan kebaikan dalam hal-hal yang sederhana itu.

Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua. Berlandaskan ibadah dan doa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, lakukanlah kebaikan demi kebaikan dalam hidup sehari-hari, niscaya pintu surga dibuka bagimu!***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 28/6/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi dari Mateus 7:21-29

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1574479316026059?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.