Inspiration

Kalau Bisa Menabur Kebajikan Dan Keutamaan, Mengapa Harus Berlaku Sebaliknya? Berani Coba?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inspirasi kearifan lokal falsafah Jawa ini menjadi pitutur luhur yang urgen memotivasi siapa saja di zaman now. Seperti apa kearifan lokalnya? Mengapa urgen dilakukan? Inilah jawabannya. Kita simak yuk.

Referensi pihak ketiga

Pitutur luhurnya berbunyi demikian. Nandur kabecikan, ndhedher kautaman. Artinya, menanam kebajikan, menaburkan keutamaan. Maknanya, jika orang berbuat baik dan melakukan keutamaan hidup, maka pada saatnya nanti, ia juga akan memetik dan mendapatkan kebaikan dalam kehidupannya. Asyik bukan?

Referensi pihak ketiga

Makanya, kalau bisa menabur kebajikan dan keutamaan, ngapain harus berlaku sebaliknya? Inilah tantangan manusia zaman now yang dengan mudah tergoda untuk melakukan kejahatan dan keburukan. Siapa saja ditantang untuk menabur kebajikan dan menanam keutamaan. Siapa menanam kebaikan akan menyemai keutamaan.

Referensi pihak ketiga

Demikian refleksi singkat atas kearifan lokal ini. Semoga semakin banyak di antara kit menabur kebaikan dan peradaban kasih pun akan dihadirkan dalam kehidupan bersama. Semoga bermanfaat. Terima kaaih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 12/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Pitutur Adi Luhur (2009:309)

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/436882197590078?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.