Inspiration

Mustahilnya Bersahabat Dengan Sesama Karena Gagal Bersahabat Dengan Diri Sendiri, Mengapa?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Bersahabat dengan diri sendiri itu penting Kawan! Tapi apa artinya? Apa itu tidak sama dengan sikap egois? Mari kita simak saja berdasarkan kearifan lokal berikut ini.

Referensi pihak ketiga

Lamun sira durung wikan kadangira pribadi, coba dulunen sira pribadi. Bila anda belum paham saudaramu yang sejati, carilah hingga ketemu dirimu pribadi. 

Kita sudah melihat arti sedulur sejati (tz.ucweb.com/7_2yKG0), sedulur tunggal welat (tz.ucweb.com/7_2yUxA), dan sedulur sinarawedi (tz.ucweb.com/7_2zYCL). Nah, kembali ke refleksi tentang sedulur sejati papat keblat lima pancer, ternyata konsep itu juga mengajak kita untuk kembali pada diri sendiri seutuhnya. Kita hanya bisa bersahabat dan bersaudara dengan orang lain apabila kita sudah selesai dengan diri kita sendiri.

Referensi pihak ketiga

Ini bukan soal egoisme melainkan dasar akan kita bisa mengasihi sesama pula. Bahkan Sang Sabda Kehidupan pun sudah mengingatkankan melalui hukum kedua dari hukum utama kasih. Kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri. Jadi, kita tidak akan pernah mampu mengasihi orang lain bila kita gagal mengasihi diri sendiri. 

Referensi pihak ketiga

Menurutku, dalam perspektif itulah falsafah Jawa Lamun sira durung wikan kadangira pribadi, coba dulunen sira pribadi harus dibaca dan direnungkan. Demikian, semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 6/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Falsafah Jawa.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1353405951443689?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.