Inspiration

Pentingnya Menjaga Hati, Agar Tuhan Selalu Bersemayam Di Dalamnya, Mengapa?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah kearifan lokal yang menantang kita agar memiliki hati yang baik, hingga Tuhan berkenan bersemayam di dalam hati kita. Seperti apakah? Kita simak yuk.

Referensi pihak ketiga

Gusti iku dumunung ana atining manungsa kang becik, mula iku diarani Gusti iku bagusing ati. Tuhan bersemayam di dalam hati manusia yang baik, oleh sebab itu disebut Gusti (bagusing ati).

Kata kunci kearifan lokal falsafah Jawa ini adalah Gusti. Gusti pertama-tama mengacu pada Tuhan Yang Maha Esa. Subyek Pribadi Ilahi, yang tidak jauh dari manusia sebagai makhluk ciptaanNya. Maka dikatakan, Tuhan bersayam dalam hati manusia.

Referensi pihak ketiga

Selain Gusti dalam arti Tuhan Yang Maha Esa, subyek lain dalam falsafah Jawa ini adalah manusia. Manusia yang seperti apa? Manusia yang memiliki hati yang baik. Dalam bahasa Jawa baik itu bagus. Nah manusia yang berhati baik dikatakan dalam kerata basa (jarwa dhosok) sebagai Gusti yakni bagusing ati. Ati sama dengan hati. Bagusing ati sama dengan hati yang baik. Dalam hati yang baik itulah Tuham bertahta, Tuhan berada. Karenanya, jagalah hatimu agar tetap baik agar Tuhan bersemayam di dalamnya. Hati yang baik adalah hati yang suci, bersih, jujur, tulus dan ikhlas.

Referensi pihak ketiga

Demikianlah permenungan singkat dan spontan atas kearifan lokal Gusti iku dumunung ana atining manungsa kang becik, mula iku diarani Gusti iku bagusing ati. Semog bermanfaat. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua hati yang baik.***

JoharT Wurlirang, 5/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Falsafah Jawa

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2845778808016538?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.