Inspiration

Perlunya Bermatiraga Yang Satu Ini, Baiklah Menjadi Perhatian, Apakah Itu?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inspirasi pitutur luhur yang satu ini mungkin tampak sepele; namun perlu menjadi perhatian siapa pun. Ini tentang matiraga mengurangi tidur. Ternyata ini merupakan bagian dari pitutur luhur. Mari kita simak.

Referensi pihak ketiga

Sedikitnya ada tiga pitutur luhur tentang hal ini. Pertama, aja pijer mangan nendra. Artinya, jangan hanya makan dan tidur saja. Itu tidak baik untuk kesehatan. Dalam pitutur ini, matiraga mengurangi tidur dihubungkan dengan makan. Kecenderungan orang malas adalah mwnghabiskan waktu untuk makan dan tidur. Janganlah seperti itu, tidak baik. Mengapa? 

Referensi pihak ketiga

Jawabannya ada pada yang kedua ini. Sinten ingkang tansah anyekecakaken sarira badhe sengsara. Artinya, barangsiapa hanya memanjakan diri dan raganya akan sengsara. Pitutur ini merujuk pada orang yang hanya bermalas-malas, tak mau bekerja, maka akibatnya ia akan menderita. Derita itu bisa fisik, tapi juga spiritual.

Referensi pihak ketiga

Karena itu, yang ketiga ini perlu diperhatikan, yakni pitutur sudanen guling. Pitutur ini juga memberi inspirasi agar manusia mengurangi tidur. Normalnya, tidur itu 8 jam sehari. Namun dalam rangka matiraga, 8 jam itu terlalu banyak. Konon, matiraga mengurangi tidur membuat hidup manusia diberkati Tuhan. 

Referensi pihak ketiga

Pertanyaannya, dengan matiraga ini, apa yang harus dibuat? Pertama, mengurangi tidur untuk berkarya apa pun juga kegiatan kita entah itu belajar, bekerja, berekreasi dan seterunya yang bernilai positif. Kedua, mengurangi tidur untuk berdoa. Dalam tradisi agama Islam ada tahajud. Dalam tradisi agama Katolik ada adorasi. Dalam tradisi agama-agama asli kebatinan dan kepercayaan ada tirakat. Semua itu pasti akan membawa berkat untuk diri sendiri, keluarga dan sesama bahkan semesta.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 12/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Pitutur Adi Luhur (2009:45-46, 400-401, 405-406).

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/770822500293911?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.