Inspiration

Uniknya Mengenang Asal-Usul Jati Diri Manusia, Seperti Apa?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kearifan lokal falsafah Jawa ini kuperoleh dalam kesempatan perjumpaan dengan Gus Lukman, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Az-Zuhri di Jl Ketileng Raya 13 A Sendangmulya Tembalang Semarang. Kok bisa sih? Bagaimana ceritanya? Kearifan lokalnya seperti apa?

Referensi pihak ketiga

Begini Sahabat, untuk kesekian kalinya saya berjumpa Gus Lukman, sosok yang selalu menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil alamin bagiku. Perjumpaan kali ini dalam rangka HUT Ponpes beliau yang ke-29. Setiap merayakan HUT, yang unik terjadi. Tiga hari sebelum dan tiga hari sesudah HUT, Ponpes Salafiyah Az-Zuhri tidak menyalakan listrik sebagai penerang. Mereka menggunakan lampu senthir dan sejenisnya. Mengapa?

Referensi pihak ketiga

Ternyata, di balik semua itu dihayati kearifan lokal falsafah Jawa. Emut ing purwa duksina. Ungkapan ini dimaksudkan untum menggambarkan asal-usul diri kita. Ini cara untuk mengingatkan asal mula dan jati diri kita. Itulah salah satu yang diwariskan pendiri Ponpes Salafiyah Az-Zuhri, almarhum swargi Abah Syeikh Muhammad Saiful Anwar Zuhri Rosyid. Nah, Gus Lukman melanjutkan warisan ayah beliau tersebut. Itulah sebabnya, tiga hari sebelum dan sesudah HUT Ponpes mereka, penerang menggunakan lampu senthir yang gelap dan redup.

Dengan cara itu, siapa saja diajak untuk kembali sadar dan ingat akan sangkan paraning dumadi (asal muasal dan tujuan hidup manusia) yakni Tuhan Yang Maha Esa. Mendengar kesaksian dan keterangan itu, saya sangat kagum. Sungguh luar biasa cara mengajarkan kearifan lokal di Ponpes ini. Sangat istimewa.

Referensi pihak ketiga

Dalam suasana redup itu, para santri tidak dibawa dalam kesedihan tetapi justeru dalam kegembiraan. Kegembiraan itu antara lain ditandai oleh sepak bola api, yakni bermain sepak bola dengan menggunakan bola api dalam suasana redup itu. Mereka bersukacita menghidangkan permainan itu di hadapan semua hadirin. Bahkan juga dilakukan oleh para santriwati, tak hanya yang laki-laki.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Emut ing purwa duksina. Selalu ingat akan asal-usul kita. Dan ingatan itu pertama-tama tertuju kepada Tuhan yang menjadi asal dan tujuan hidup kita. Hebat bukan? Bagaimana menurut kamu?

Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

Ponpes Salafiyah Az-Zuhri Ketileng, 2/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi penuturan Gus Lukman

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1071579602533480?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.