Inspiration

Inspirasi Bergulat Dengan Tekad Yang Kuat. Seperti Apakah? Bacalah Sejenak Saja!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Tekad yang kuat dalam melakukan apa pun yang baik pasti membuahkan hasil yang baik. Bagaimana kearifan lokal Jawa mengungkapkannya? Kita simak yuk.

Referensi pihak ketiga

Didhadhunga medhot, dipalangana mlumpat. Inspirasi kearifan lokal ini kuucapkan dan kuhafalkan sejak masih belajar di SMA Seminari Menengah Mertoyudan, Magelang. Mengapa? Karena itu menjadi salah satu kalimat kunci yang selalu harus kukatakan sebagai yang sedang memerankan Bima (Werkudara) dalam lakon wayang “Bima Suci” kala itu dalam rangka HUT Seminari Mertoyudan ke-75.

Referensi pihak ketiga

Ternyata, kalimat itu bukan sembarang kalimat biasa. Kalimat itu merupakan kearifan lokal falsafah Jawa yang mengungkapkan tekad yang kuat. Tak ada yang bisa menghalangi. Maka, bila diikat (didhadhunga) tali itu akan diretas. Dipalangana (dihadang dengan papan penghalang pun) akan dilompati.

Referensi pihak ketiga

Konteks antawacana (dialog) tentang kalimat itu adalah ketika Bima berpamitan untuk mencari air kehidupan (toya perwitasari) di Gua Kiskenda maupun di Samodera Selatan. Saat para saudara Pendawa Lima melarang, Bima pun bilang, “Didhadhunga medhot, dipalangana mlumpat.” Dan begitulah, Bima mendapatkan air kehidupan itu yang menjadi sumber kesegaran dan kekuatan hidupnya bahkan juga bagi siapa saja yang membutuhkannya.

Demikian. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

Karanganyar, 20/7/2018

Sumber: refleksi pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/597076337469868?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.