Inspiration

Jika Tidak Terima Karunia Apa Pun Hari Ini Dari Tuhan, Berarti Saya Sedang Tidak Di Rumah

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Betapa sering banyak orang merasa tidak mendapatkan karunia atau anugerah apa-apa dalam hidupnya, dan bahkan berkata bahwa Tuhan tidak adil! Benarkah demikian? Jangan-jangan kita sedang berada dalam disposisi seperti diungkapkan pitutur luhur budaya Jawa ini. Kita sedang mburu uceng, kelangan deleg.

Referensi pihak ketiga

Ada seorang yang memburu hal-hal yang sepele tetapi justru kehilangan hal lain yang lebih besar, berharga dan itulah sesungguhnya karunia Tuhan yang istimewa, yang setiap saat disediakan bagi siapa saja yang siap untuk menerimanya. Sayangnya, saat Tuhan datang ke rumah diri pribadi kita, kita sedang pergi mburu uceng tadi sehingga kelangan deleg. Padahal, Tuhan selalu hadir setiap saat mencurahkan karunia dan angurahNya terus-menerus tanpa henti.

Bagaimana mungkin orang bisa menyadari bahwa sedang menerima rahmat kalau dia sendiri tidak sedang berada di rumahnya sendiri, yakni di rumah kesadaran diri bahwa dikasihi Tuhan dengan segala rahmat dan anugerah istimewa yang selalu tersedia? Orang yang seperti itu biasanya juga tidak bisa bersyukur, apalagi memuji Tuhan sebagai yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Referensi pihak ketiga

Inilah pentingnya bagi siapa saja untuk melakukannya setiap hari dalam keheningan refleksi dan pemeriksaan batin. Inilah salah satu hal terpenting yang diajarkan oleh St. Ignatius Loyola, agar kita melakukan yang disebut pemeriksaan batin setiap hari. Caranya bagaimana? Mulailah dengan memuji dan bersyukur kepada Tuhan. Agar bisa bersyukur dan memuji Tuhan, maka, hati pun harus bergembira dan berterima kasih atas segala nikmat yang disediakan Tuhan. Dalam pemeriksaan batin setengah jam sehari saja (bisa dibuat tengah hari atau bisa dibuat sore hari, atau malam menjelang tidur), sebutkanlah satu atau dua hal yang ingin disyukuri pada hari ini! Ya, hari ini, di setiap hari. Karunia khusus apa yang saya terima pada hari ini?

Godaan terbesar yang nyata sikap mburu uceng kelangan deleg adalah ketika dalam pemeriksaan batin berani berkata, “Ah, saya tidak menerima apa-apa pada hari ini, apalagi menerima karunia khusus dari Tuhan!” Kepada orang yang seperti itu, Anthony de Mello bilang, “Orang dapat mengatakan kepada diri mereka: Jika saya tidak menerima karunia apa pun pada hari ini, berarti saya tidak di rumah. Ini dikarenakan Tuhan mengantar kirimanNya terus-menerus tanpa henti.” Lalu sesudahnya, bersujudlah memohon pengampunan karena lupa bahwa Tuhan itu Maha Baik, Pengasih dan Penyayang!

Referensi pihak ketiga

Bagaimana Sahabat Peradaban Kasih mengalami karunia dari Tuhan setiap hari? Sudahkah menemukan karunia istimewa setiap hari yang dianugerahkan Tuhan? Bila jawabannya negatif, tidak, berarti, Anda harus berkata kepada diri Anda sendiri, “Jika Saya Tidak Menerima Karunia Apa Pun Hari Ini, Berarti Saya Sedang Pergi, Tak Di Rumah! Tuhan, ampunilah aku oleh sebab tidak menyadari betapa Engkau mengasihiku, dan menyediakan karuniaMu terus-menerus bagiku!”

Demikian. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua dengan kesadaran bahwa kasih karuniaNya selalu tersedia terus-menerus tanpa henti.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 19/7/2018

Sumber: refleksi pribadi tengah hari terinspirasi Pitutur Luhur Budaya Jawa (2017:250) dan Mencari Tuhan dalam Segala (2013:62-63)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/865283934029332?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.