Inspiration

Lakukanlah Sebaik-Baiknya Meski Dicemooh Dan Ternyata Hasilnya Istimewa, Tetap Biasa Saja!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Dicacad ora gela dialem ora mongkog. Itu pitutur luhur budaya Jawa yang bisa jadi pegangan ketika sudah melakukan segala sesuatunya dengan baik, namun toh dicemooh dan dihina, padahal hasil dan buahnya istimewa; tetap biasa saja. Bahkan itulah kesempatan untuk menjadi semakin rendah hati di hadapan Tuhan dan sesama.

Referensi pihak ketiga

Ketika dicacat dan dicela tidak merasa kecewa dan dipuji tidak merasa bangga, inilah sosok pribadi yang sudah matang dewasa dan meneb jiwanya. Ia melakukan sesuatunya tanpa pamrih untuk mendapatkan pujian. Ia juga tidak merasa jatuh terjerembab ketika dicacat. Hidupnya seimbang, dewasa dan matang. Yang terpenting baginya dalah melakukan segala sesuatunya sebaik-baiknya, semaksimal mungkin, bukan demi kepentingan dirinya sendiri, melainkan demi kemuliaan Tuhan dan kebaikan sesama.

Referensi pihak ketiga

Bahkan, hasil yang bagus dan istimewa itu merupakan upaya yang berat disertai dengan pengorbanan dan perjuangan. Tapi baginya, semua itu merupakan karya yang memang harus dijalani dengan taat dan setia. Ibarat Sabda Kehidupan menegaskan, “Apabila kamu menyelesaikan segala tugas yang dipercayakan kepadamu, katakanlah: Aku ini hanyalah hamba yang tidak berguna, aku hanya melakukan yang menjadi kehendak Tuanku!” Dahsyat sekali bila demikian.

Siapa pun bisa menjadi pitutur luhur budaya Jawa itu sebagai inspirasi dan motivasi untuk melakukan segala sesuatu secara maksimal dan sebaik-baiknya, tetapi jangan pernah mengharapkan mendapatkan pujian. Juga, tidak perlu sakit hati dan kecewa bila orang lain tidak peduli, bahkan mencela dan mencacatnya. Terima semuanya dengan bahagia, dan persembahkanlah kepada Tuhan demi kemuliaan-Nya!

Referensi pihak ketiga

Demikian Gan. Bagaimana pendapatmu? Boleh donk kasih komentar. Dan kalau tulisan ini bermanfaat, terima kasih berkenan membagikannya kepada siapa saja. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua dengan kerendahan hati.***

JoharT Wurlirang, 19/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Pitutur Luhur Budaya Jawa (2017:97)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/479271358480730?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.