Inspiration

Indahnya Mengalami Keberadaan Tuhan, Yang Jauh Namun Terasa Dekat Meski Tak Terjamah

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Misteri keberadaan Tuhan dalam perspektif kearifan lokal budaya Jawa itu unik dan menarik. Tuhan itu jauh tak terkira namun juga dekat tak teraba. Bagaimana dirumuskannya?

Referensi pihak ketiga

Gusti Allah iku adoh tanpa wangenan, cedhak tanpa senggolan. Itulah rumusan kearifan lokal falsafah Jawanya. Tuhan berada jauh namun tanpa jarak, dekat tanpa bersentuhan. Saya yakin dalam falsafah Nusantara berbagai suku dan bahasa juga memiliki sendiri-sendiri ungkapan serupa. Bagaimana menurut Anda? Kalau setiap kearifan lokal budaya Sunda? Atau Batak? Atau Dayak? Atau Flores? Atau Bali? Ada yang tahu nggak ya? Boleh donk berbagi pengetahuan dan kelayaan kearifan lokal tentang hal ini. Terima kasih bila berkenan menambahkannya di kolom komentar sehingga semakin banyak pembaca diperkaya.

Tentu saja, dengan cara apa pun dibahasakan dan diungkapkan seturut kearifan lokal masing-masing, di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, semua itu sudah dirangkum oleh Bung Karno dalam Pancasila sebagai Ketuhanan Yang Maha Esa. Rumusan itu mengingkapkan tak hanya rasa-pangrasa religius melainkan juga ketakwaan iman, apa pun agama dan kepercayaan setiap orang. Justru yang terpenting adalah bagaimana manusia menumbuhkan rasa dan sikap saling menghormati satu terhadap yang lain. 

Gusti Pangeran iku adoh tanpa wangenan, cedhak datan senggolan. Dalam ungkapan ini diajarkan tentang misteri keberadaan Tuhan yang kendati jauh, namun sesungguhnya.sangat dekat dengan kita manusia meski kita tak mampu menjamahNya. Justru karena itu, maka tak ada kata lain kecuali bahwa manusia tunduk takwa taat sujud menyembahNya dengan segala rasa hormat dan cinta. Tentu saja, tak berarti pula bahwa Tuhan membutuhkan cinta manusia sebab Tuhan adalah Sumber dan Sang Cinta Kasih Sayang itu sendiri.

Demikian refleksi singkat atas kearifan lokal falsafah Jawa bahwa Gusti Pangeran iku adoh tanpa wangenan, cedhak datan senggolan. Semoga bermanfaat. Oh ya, jangan lupa ya, kalau ada ungkapan kearifan lokal sesuai budaya masing-masing selain dalam falsafah Jawa yang memiliki makna serupa, tuliskan ya di kolom komentar. Untuk itu saya ucapkan terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 31/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi meme gambar sampul dan ilustrasi tulisan ini

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4067260075906182?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.