Inspiration

Indahnya Mengikat Tali Perrsaudaraan Yang Kuat, Bagaimana Ada Yang Tega Merusaknya?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kearifan lokal (local wisdom) atau falsafah lokal tak hanya berasal dari falsafah Jawa loh. Seluas Nusantara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini terdapat pula kearifan lokal di masing-masing daerah yang memberi inspirasi dan motivasi untuk kehidupan kita. Kali ini, ijinkan saya merenungkan kearifan lokal ini, yang berasal dari Maluku.

Referensi pihak ketiga

Dalam kesempatan menjadi narasumber dalam forum diskusi yang diselenggarakan ISKA (Ikatan Sarjana Katolik) Cabang Semarang di Ruang Rapat FEB Unika Soegijapranata (Sabtu, 28/7/2018), saya berkenalan dengan kearifan lokal Maluku yang sangat bagus. Dr. Oct Digdo Hartomo MSi, Akt menyampaikan dan menyebut kearifan lokal Maluku tersebut. Seperti apakah? Mari kita simak.

Kearifan lokal Maluku itu terdiri dari dua kata, yakni pela gandong. Apa artinya? Sejauh saya menangkap, kearifan lokal Maluku pela gandong merupakan suatu kearifan lokal yang indah sebab di dalamnya terdapat pesan tentang persaudaraan dan perdamaian.

Pela gandong mencakup intisari dari dua kata “pela” dan “gandong”. Pela merupakan suatu ikatan persatuan antara dua hal yang berbeda; sedangkan gandong berarti saudara. Jadi pela gandong adalah suatu ikatan persatuan dengan saling mengangkat saudara dalam keberagaman. Indah bukan?

Referensi pihak ketiga

Konon, pela berasal dari kata pila yang berarti buatlah sesuatu untuk kita bersama, dan kadang-kadang kata pila diberi akhiran “tu” sehingga menjadi pilatu. Pilatu berarti menguatkan, menamankan atau mengusahakan sesuatu tidak mudah rusak atau pecah. Sekarang ini kata “pila” telah berubah menjadi “pela” dan dihubungkan dengan gandong sehingga menjadi pela gandong dengan makna indah menunjuk pada persaudaraan, persatuan, kerukunan dan kedamaian.

Itulah kearifan lokal dari Maluku. Sangat memberi inspirasi dalam rangka membangun peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaannya. Bagaimana menurutmu? 

Demikian, semoga bermanfaat. Teeima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

Ruang Rapat FEB Unika Soegijapranata, 28/7/1018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi presentasi Dr Oct Digdo Hartomo dan www.kompasiana.com/ivan79/56837bad917a619007ae5960/budaya-pela-gandong-sebagai-bingkai-pemersatu

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/812485599048256?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.