Inspiration

Inilah Inspirasi Simbol Pisang Raja dalam Falsafah Jawa; Manusia Mendambakan Kesejahteraan

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inspirasi kearifan lokal ini bukan dalam bentuk ungkapan kata-kata melainkan simbolisme tanda-tanda penuh makna. Dalam simbol itu terungkap kerinduan dan damba manusia akan martabat mulia kesejahteraan. Bagaimanakah dan seperti apakah?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kita semua biasa dan mungkin suka makan pisang. Siapa yang tidak mengenal pisang? Di negeri kita, Tuhan menganugerahkan beraneka jenis pisang. Ternyata, pisang memiliki makna kearifan lokal yang dahsyat. Mari kita lihat.

Dalam ritual doa dan selamatan, kita sering melihar pisang dipasang dan atau disajikan. Keluarga yang sedang mantu anaknya, rumah bagian depan yang menjadi pintu utama dihias pisang setandan (utuh satu pohon dengan buah yang baik dan terjaga). Sesaji (hidangan) pisang selirang (satu tangkai) diletakkan di tempat khusus.

Referensi pihak ketiga

Yang menarik, dari berbagai jenis pisang yang ada, yang biasa dipilih untuk keperluan selamatan adalah pisang raja. Bukan pisang prethel, atau pisang kepok, apalagi pisang kluthuk. Tetapi, pisang raja. Ada dua jenis pisang raja, yakni pisang raja biasa dan pisang raja pulut. Apa maknanya?

Pisang raja merupakan unsur sesaji utama selain ubarampe lainnya (misalnya sega tumpeng dan ingkung). Pisang raja adalah simbol harapan dan damba martabat manusia sebagai raja yang mahambeg adil paramarta berbudi bawa leksana. Itulah martabat manusia yang berwatak adil, berbudi luhur dan setia pada janji. Pisang raja pulut bermakna damba agar manusia luput atau terbebas dari marabahaya. Dengan begitu, pisang menjadi simbol manusia yang mendambakan kesejahteraan dengan martabat yang mulia sebagai raja dengan segala kualitasnya.

Referensi pihak ketiga

Begitulah makna simbolik penggunaan pisang raja dalam ritual budaya Jawa. Falsafah itu memuat simbol damba dan harapan manusia akan martabat yang mulia dalam kehidupan baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Itulah kesejahteraan.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua dengan martabat mulia dan kesejahteraan.

JoharT Wurlirang, 1/8/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Mistik Kejawen (2018:224)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/117245073490892?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.