Inspiration

Inilah Tiga Inspirasi Tri Dharma Mangkunegara I; Berlaku bagi Siapa Saja?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Pada tanggal 19 Januari 2018 yang lalu, pada kesempatan menyambut Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) di Mapolda Jawa Tengah, Bapak Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Condro Kirono MM., M.Hum, memberikan sebuah buku karya beliau sendiri berjudul Memimpin dalam Keberagaman – Kearifan Lokal Menjaga NKRI (2017). Saya baca pada halaman 39-44, Pak Condro merangkum warisan kearifan lokal dari Mangkunegara I tentang Tri Dharma. Kali ini, saya tergerak untuk berbagi tentang hal itu, terinspirasi oleh karya Kapolda Jateng yang memang sangat gigih merawat keberagaman Jawa Tengah dalam perspektif kearifan lokal demi menjaga NKRI.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Profil Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I

Nama lengkap Mangkunegara I adalah Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I. Beliau juga dikenal dengan nama Pangeran Sambernyawa atau Raden Mas Said (lahir 7 April 1725-1795). Salah satu warisan kearifan lokal yang baik untuk direnungkan dan masih relevan bagi kita saat ini adalah ajaran Tri Dharma. Ada tiga ajaran penting terkait dengan kehidupan bersama.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Pertama, rumangsa melu handarbeni. Secara harafiah, ajaran ini mengajak siapa saja untuk mempunyai sikap dan rasa ikut memiliki. Hidup bersama yang aman dan damai, adil dan sejahtera adalah tanggung jawab bersama. Sikap rumangsa melu handarbeni harus tumbuh dalam diri siapa saja terkait dengan kehidupan bersama sebagai warga bangsa dan negara.

Keduawajib melu hangrungkebi. Secara harafiah, kata hangrungkebi berarti ngukup lan mbela yakni sikap melindungi dan membela bangsa dan negara. Menurut hemat saya, konsekuensi bagi siapa saja yang bersikap rumangsa melu handarbeni, akan menjaga dan membela bangsa dan negara dengan segala kasih sayang terhadapnya. Maka, ajaran ini merupakan konsekuensi logis dari ajaran yang pertama. Menarik sekali memperhatikan uraian yang disampaikan oleh Pak Condro tentang hal ini. Beliau mengatakan, membela dalam arti hangrungkebi berarti membela nama baik, bertanggungjawab dan menyelesaikan tugasnya dengan baik, serta memelihara dengan sukarela dan penuh keikhlasan.

Ketigamulat sarira hangrasa wani. Apa artinya? mulat sarira hangrasa wani berarti berani untuk melihat diri sendiri alias bersikap mawas diri dan introspeksi. Siapa pun dipanggil untuk bersikap mulat sarira hangrasa wani agar dapat selalu bersikap rendah hati dan kemudian ikhlas bekerja sama dengan siapa saja untuk kepentingan bersama. Bahkan, sangat menarik bahwa ajaran ini hendak mengajak siapa saja untuk sadar. Sebelum mengoreksi orang lain, hendaklah mengoreksi diri sendiri terlebih dahulu. Menurut Pak Condro, ajaran Mangkunegara I tentang hal ini selaras dengan pesan Umar bin Khathab yang mengatakan, “Sebelum memperbaiki orang lain, kamu perlu memperbaiki dirimu sendiri, dan semoga Allah meridai orang yang menunjukkan kesalahanmu.”

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr Bapak Irjen Pol Drs Condro Kirono dan Setyawan Budy Ketua Pelita Semarang dan saya (paling kanan)

Begitulah, ternyata, ajaran Mangkunegara I ini berlaku untuk siapa saja dalam membangun peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaannya. Itulah pula yang bisa menjadi spirit dalam Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda Lintas Agama bahkan bagi siapa pun dan di mana pun. Menarik bukan?

Semoga ulasan ini bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih kepada Bapak Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Condro Kirono M.M, M.Hum yang mengangkat warisan Mangkunegoro I dan membagikannya kepada siapa saja. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua dengan sikap utama rumangsa melu handarbeni, wajib melu hangrungkebi, lan mulat sarira hangrasa wani demi kebaikan hidup bersama yang damai, rukun dan sejahtera.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 30/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi dari uraian Kapolda Jateng Irjen Pol Drs. Condro Kirono MM, MHum dalam buku Memimpin dalam Keberagaman – Kearifan Lokal Menjaga NKRI (2017:39-44)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3462974653737238?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.