Inspiration

Inspirasi Kearifan Lokal Ini Menohok Siapa Saja Yang Hobi Mengingat Keburukan Orang; Jadi?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Setiap manusia itu unik dalam kehidupannya. Keunikan itu terbentuk sejak dalam rahim ibu hingga manusia masuk ke dalam rahim bumi alias mati. Dalam keunikannya, manusia juga memiliki kelemahan dan kekurangan. Bagaimana kearifan lokal falsafah Jawa memberi inspirasi kepada kita tentang hal ini? Kita simak yuk.

Referensi pihak ketiga

Ciri wanci lali ginawa mati. Artinya, setiap ciri atau hal buruk manusia itu hilang dibawa mati. Apa maknanya? Pertama-tama, kearifan lokal ini menjadi nasihat bagi siapa saja, agar tidak mengingat hal-hal buruk dalam diri manusia.

Selanjutnya, ada dua hal lain yang bisa kita renungkan. Pertama, dalam kondisi normal, setiap keburukan manusia itu tetap ada dan hanya akan hilang oleh kematian. Namun tak berarti bahwa selamanya akan seperti itu. Maka muncul makna yang kedua.

Makna keduanya begini. Ada yang namanya karya Roh Kudus. Roh Kudus bisa mengubah segala sesuatu menjadi baik. Maka manusia tidak bisa memberi cap harga mati pada seseorang seakan ia yang dianggap buruk itu tak bisa berubah menjadi baik.

Selalu ada pertobatan. Pertobatan itu menurutku sederhana yakni perubahan dari sifatnya yang jahat menjadi baik. Apa mungkin? Tak ada yang mustahil bagi yang percaya, apa pun agama dan kepercayaannya.

Demikian refleksi singkat atas kearifan lokal falsafah Jawa ciri wanci lali ginawa mati. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 27/7/2018

Sumber: refleksi pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/76137410753493?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.